gop-crypto.vip

Laba bersih Bank bjb Semester I 2026 capai Rp783 miliar, atau tumbuh 58,8 persen

Laba bersih Bank bjb Semester I 2026 capai Rp783 miliar, atau tumbuh 58,8 persen

Kamis, 6 Agustus 2026 15:25 WIB

Image Print

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna (tengah) berfoto bersama jajaran direksi bank bjb usai Public Expose di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7/2026). (ANTARA/HO-bank bjb)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb (kode saham: BJBR) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar pada semester I 2026, tumbuh 58,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara laba tahun berjalan secara konsolidasian mencapai Rp992 miliar, termasuk laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp209 miliar, merujuk laporan keuangan perseroan.

Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa perseroan menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi serta tantangan industri perbankan.

Sebagai entitas pengendali Grup bjb yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan non-bank, perseroan secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp228,2 triliun per akhir Juni 2026.

Perusahaan anak memberikan kontribusi aset sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4 persen terhadap total aset konsolidasi Grup bjb.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit termasuk pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank only sebesar Rp111,1 triliun.

Menurut perseroan, segmen konsumer tetap menjadi penopang utama portofolio kredit bank bjb dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun atau sekitar 66,8 persen dari total kredit. Kualitas kredit pada segmen ini juga tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) 0,56 persen.

Selain segmen konsumer, perseroan juga terus melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan kredit melalui pengembangan pembiayaan non-konsumer.

Salah satu fokus utama perseroan adalah memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui penyediaan pembiayaan yang dilakukan secara selektif, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) secara konsolidasi tercatat sebesar Rp160,9 triliun hingga Juni 2026. Menurut perseroan, hal ini memberikan dukungan likuiditas yang kuat bagi pertumbuhan bisnis.

Perseroan juga terus mendorong peningkatan dana murah (current account saving account/CASA) melalui perluasan kerja sama payroll, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta optimalisasi layanan digital.

Dari sisi profitabilitas, catat perseroan, periode semester I 2026 mencerminkan hasil positif dari strategi rekomposisi aset dan liabilitas, optimalisasi biaya dana, peningkatan fee based income, penguatan sinergi Grup bjb, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional yang dijalankan secara konsisten.

Pendapatan bunga bersih tumbuh lebih dari 9,1 persen (yoy), sementara fee based income memberikan kontribusi sebesar Rp1,1 triliun sehingga semakin memperkuat struktur pendapatan perseroan.

Berbagai langkah efisiensi juga berhasil menurunkan beban operasional sekitar 5,4 persen dan mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) lebih dari 34,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki semester II 2026, perseroan berfokus pada strategi growth with quality melalui penguatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerja sama payroll, pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah, percepatan transformasi digital, serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Pewarta: Rizka Chaerunnisa
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.