gop-crypto.vip

Kue Pengantin Spektakuler Seberat 500 Kg, Dihiasi 33.000 Kelopak dari Gula

Jakarta -

Kue pengantin biasanya menjadi salah satu detail manis yang melengkapi hari pernikahan. Namun, kue karya pastry chef asal Spanyol ini tampil jauh dari kata biasa.

Dibuat khusus untuk sebuah pernikahan kerajaan di Arab Saudi, kue tersebut memiliki tinggi 3,5 meter, lebar 1,8 meter, dan berat mencapai 500 kilogram. Karya spektakuler ini membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan, dari proses awal, sampai selesai.

Adalah Marc Suárez, pastry chef di balik kreasi mengagumkan ini. Seperti dilansir Oddity Central, ia menghabiskan sekitar 1,5 bulan hanya untuk merancang konsep. Kemudian empat bulan berikutnya untuk mewujudkannya jadi nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kue Pengantin Seberat 500 Kg dengan tinggi mencapai 3,5 meter.Kue Pengantin Seberat 500 Kg dengan tinggi mencapai 3,5 meter. Foto: Instagram/@marcsuarez.art

Marc biasanya bekerja sendiri untuk menciptakan kue-kue cantik, tapi kali ini dia harus meminta bantuan sejumlah rekan pastry chef beserta anggota keluarga mereka, karena proyek tersebut membutuhkan tenaga dalam jumlah besar. Salah satu bagian paling rumit adalah membuat sekitar 33.000 kelopak dari pasta gula.

"Keluarga, teman, dan kenalan semuanya ikut membantu," ujar Suárez kepada media lokal RAC1.

"Saya biasanya bekerja sendiri, tetapi kali ini pesanannya begitu besar sehingga bahkan dengan bantuan teman-teman sesama pastry chef, tenaga kami masih belum cukup. Saya sampai meminta bantuan ibu dan ayah dari teman-teman saya untuk membuat 33.000 kelopak, mengecatnya, kemudian merangkainya dengan cabang dan bunga," lanjutnya.

Kue Pengantin Seberat 500 Kg dengan tinggi mencapai 3,5 meter.Kue Pengantin Seberat 500 Kg dengan tinggi mencapai 3,5 meter. Foto: Instagram/@marcsuarez.art

Secara keseluruhan, kue tersebut menghabiskan sekitar 1.800 jam pengerjaan. Kue seberat 500 kg tersebut kemudian ditampilkan di Paris Opera Garnier dalam pernikahan pasangan asal Arab Saudi.

Menurut Marc, kedua mempelai memang menginginkan kue pengantin yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak ingin kue tersebut sekadar jadi hidangan penutup, tetapi menyerupai sebuah karya monumental yang dapat menjadi penghormatan bagi momen pernikahan sekaligus venue mewah tempat acara digelar.

(hst/hst)