Kubu Prabowo Belum Juga Bela Gibran, Loyalis Jokowi: Sudah Sepantasnya Dia Kalah Dua Kali...
Senin, 28 September 2026, 12:05 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pegiat Media Sosial dan Loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) Dede Budhyarto kembali melontarkan kritik terhadap dinamika politik dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dede menyoroti sikap sebagian pendukung presiden yang dinilainya belum menunjukkan pembelaan kuat terhadap Gibran. Padahal politikus muda itu tengah menghadapi persoalan politik dan hukum menyusul gugatan yang dilayangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Hensa Minta Gibran Tahu Diri: Dia Bukan Jokowi
Dede bahkan mengungkit kembali perjalanan politik menuju kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Menurutnya, kemenangan pasangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari konfigurasi politik yang terbentuk sebelum pemungutan suara.
Ia menyampaikan kritik tajam terhadap sebagian kelompok yang menurutnya baru menunjukkan dukungan kuat dan berubah sikap setelah keduanya memenangkan kontestasi.
“Sudah sepantasnya dia kalah dua kali lawan Jokowi. Typical pendukungnya sontoloyo. Untung sebagian besar pindah ke Anies,” ucap Dede, dikutip Senin (28/9/2026).
Ia menilai ada kelompok yang sebelumnya berada dalam posisi politik berbeda, tetapi kemudian kembali mendukung Prabowo di Pilpres 2024.
Menurut Dede, perubahan sikap tersebut tidak seharusnya membuat orang melupakan proses politik yang terjadi sebelum kemenangan.
Dede kemudian mempertanyakan sikap kelompok yang disebutnya baru tampil sebagai pendukung garis keras setelah pasangan tersebut memenangkan Pilpres.
“Setelah menang, balik lagi seolah-olah pendukung garis keras. Lupa diri bagaimana cara memenangkannya. Cuma enak-enakan menikmati hasil setelah kemenangan,” ujarnya.
Adapun Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi buka suara soal belum adanya dukungan terhadap wapres dalam masalah hukum dengan menegaskan bahwa hubungan presiden, wakil presiden serta partai-partai koalisi tetap berjalan baik.
Menurut Dedek, tidak adanya pembelaan terbuka bukan berarti hubungan politik di antara mereka sedang bermasalah. Ia justru meminta publik melihat substansi gugatan yang diajukan, bukan semata-mata siapa figur yang menjadi pihak tergugat.
“Sebetulnya tidak ada. Hubungan Mas Gibran, Pak Prabowo dan partai koalisi itu baik-baik saja dan mesra-mesra saja,” kata Dedek.
Isu Ijazah Gibran sendiri bermula dari gugatan yang diajukan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana. Gugatan tersebut mempersoalkan dugaan ketidaklengkapan atau keabsahan persyaratan pendidikan Gibran di Pemilu 2024.
Salah satu hal yang dipersoalkan adalah persyaratan pendidikan minimal bagi calon presiden dan wakil presiden. Para pemohon menilai terdapat persoalan mengenai pemenuhan syarat pendidikan setingkat sekolah menengah atas atau sederajat.
Atas dasar persoalan tersebut, para pemohon meminta pengadilan mengambil sejumlah tindakan. Salah satunya adalah mendiskualifikasi Gibran.
Baca Juga: Ahmad Ali Ungkap Jokowi Siap Kerja Keras untuk PSI: Sekarang Kader Sanggup Seperti Beliau?
Tidak berhenti di situ, gugatan tersebut juga meminta agar keputusan kemengannya dibatalkan. Para pemohon turut meminta pembatalan pelantikan yang telah dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar