gop-crypto.vip

Kota Sorong perkuat sinergi lintas sektor hadapi ancaman karhutla - ANTARA News Papua Tengah

Sorong (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Papua Barat Daya, memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat seiring kondisi kemarau dan ancaman El Nino.

Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone di Sorong, Jumat, mengatakan penguatan koordinasi dilakukan melalui kegiatan Coffee Morning Kebencanaan yang untuk pertama kalinya digelar BPBD Kota Sorong dengan melibatkan berbagai mitra penanggulangan bencana.

"Coffee morning kebencanaan ini sengaja kami buat untuk mengumpulkan mitra-mitra yang membantu kami dalam penanganan kebencanaan yang ada di Kota Sorong," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), jurnalis, serta pihak lain yang selama ini berperan dalam penanganan bencana di Kota Sorong.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi penanganan bencana sekaligus menghimpun masukan mengenai langkah-langkah yang perlu diperbaiki.

"Memang di dalam Coffee Morning ini ada banyak masukan yang kita dapatkan dan kita berharap dengan berkumpulnya mitra penanggulangan bencana ini lebih memperkuat upaya-upaya penanganan terhadap berbagai potensi kejadian bencana yang ada di Kota Sorong," ujarnya.

Herlin mengatakan, salah satu masukan yang muncul dalam kegiatan tersebut adalah perlunya penyediaan hidran untuk mendukung penanganan kebakaran, terutama di tengah kondisi kekeringan.

Ia menyebutkan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah merespons masukan tersebut dan memiliki rencana pengadaan hidran pada tahun ini yang nantinya penempatannya akan dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten/kota.

Selain itu, BPBD juga mendorong peningkatan sosialisasi kepada masyarakat melalui media massa maupun surat imbauan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Herlin menjelaskan Kota Sorong saat ini telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan yang berlaku selama enam bulan hingga akhir tahun.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Kota Sorong bersinergi dengan TNI-Polri, termasuk Polresta Sorong Kota, Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya, Kodim 1802/Sorong, BPBD Provinsi Papua Barat Daya, serta Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Barat Daya.

Keterlibatan juga dilakukan oleh Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Intelijen Negara (BIN), masyarakat, dan media dalam mendukung penanganan serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Berdasarkan data BPBD Kota Sorong hingga 28 Agustus 2026, tercatat sebanyak 38 kejadian kebakaran dengan 48 titik api. Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD telah menggunakan sekitar 149.800 liter air untuk pemadaman.

"Semua titik api yang sudah kita asesmen di lapangan pada saat kejadian sudah berhasil dipadamkan," kata Herlin.

Ia menyebutkan, potensi kerawanan kebakaran kini hampir terjadi di seluruh distrik di Kota Sorong. Jika sebelumnya kejadian lebih banyak ditemukan di beberapa wilayah, saat ini laporan kebakaran juga muncul hingga wilayah Malanu, Distrik Sorong Utara, kawasan Kilo 18, hingga Distrik Sorong Kepulauan di Pulau Soop.

Untuk mencegah meluasnya karhutla, dia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan untuk berkebun atau pertanian dengan cara membakar.

"Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau limbah rumah tangga di lokasi yang rawan terbakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan," ujarnya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.