Kota Bandung siapkan 100 unit truk angkut sampah ke TPPAS Legok Nangka - ANTARA News Jawa Barat
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat menyiapkan 100 truk pengangkut sampah untuk mendukung operasional Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Salman Faruq Salman di Bandung, Rabu, mengatakan armada tersebut dipersiapkan untuk mengirimkan 800 hingga 1.000 ton sampah per hari ke TPPAS Legok Nangka.
“Karena itu kami harus menyiapkan seluruh sarana pendukung, terutama armada pengangkut dan sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan persyaratan di sana,” katanya.
Ia menjelaskan armada yang akan digunakan harus memiliki spesifikasi khusus mengingat akses menuju TPPAS Legok Nangka memiliki kontur jalan yang menanjak dan cukup curam.
“Armadanya harus benar-benar fit karena akses menuju Legok Nangka cukup menanjak. Selain itu, seluruh armada diharapkan menggunakan sistem tertutup atau compactor sehingga pengangkutan lebih aman, tidak mengganggu lingkungan, dan air lindi dapat tertampung dengan baik,” ujarnya.
Saat ini, Pemkot Bandung telah memiliki sebagian armada yang dibutuhkan. Namun, dalam dua hingga tiga tahun ke depan jumlahnya akan terus ditambah hingga mencapai sekitar 80-100 unit.
Selain melalui pengadaan pemerintah daerah, kata Salman, penambahan armada juga berpeluang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kerja sama dengan Pemerintah Belanda.
“Kami sudah memiliki sebagian armada. Ke depan akan terus ditambah. Bahkan ada rencana bantuan armada tertutup melalui pemerintah provinsi yang bekerja sama dengan Pemerintah Belanda,” katanya.
Ia mengatakan sampah yang dikirim ke Legok Nangka merupakan sampah domestik rumah tangga.
Namun, pihaknya menargetkan seluruh sampah yang masuk merupakan sampah residu hasil pemilahan sehingga sesuai dengan ketentuan operasional TPPAS tersebut.
“Kami terus menyiapkan sistem pemilahan. Harapannya, sampah yang masuk ke Legok Nangka benar-benar residu sehingga sesuai dengan ketentuan operasional yang ditetapkan,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.