gop-crypto.vip

Korut tuding proliferasi nuklir AS dapat picu bencana

Moskow (ANTARA) - Korea Utara menuding pembangunan kekuatan nuklir Amerika Serikat serta upaya penyebaran senjata dan teknologi nuklir dapat menghancurkan tatanan nuklir internasional dan mendorong dunia ke ambang bencana nuklir yang dahsyat.

"Jika tindakan penyebarluasan nuklir yang gegabah oleh AS dibiarkan terus berlanjut, 'kotak Pandora' akan terbuka sepenuhnya dan umat manusia akan menghadapi bencana nuklir yang mengerikan," kata Kementerian Luar Negeri Korut dalam memorandum yang diterbitkan KCNA, pada Selasa mengutip memorandum tertanggal 27 September itu.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh AS sebagai "pelaku utama proliferasi vertikal" karena mengabaikan kewajiban pelucutan senjata nuklirnya, meningkatkan potensi nuklirnya sendiri, serta berbagi teknologi nuklir dengan sekutunya, khususnya negara-negara mitra AUKUS, yakni Australia dan Inggris.

Kementerian tersebut menyatakan Washington juga berupaya melibatkan sekutu lainnya, termasuk Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Kanada.

"AS berencana melanjutkan kembali uji coba ledakan nuklir dengan dalih 'persaingan yang adil', sembari membentuk opini publik dunia mengenai 'uji coba nuklir' di negara-negara lain."

Korut menuding rencana itu semata-mata didorong niat untuk menyeret pesaing strategisnya ke dalam pusaran perlombaan senjata nuklir dan mewujudkan percepatan drastis pembangunan kekuatan nuklir.

Kementerian tersebut juga menuduh AS mengerahkan aset serangan nuklir di wilayah negara lain, mengembangkan mekanisme kerja sama nuklir dengan Korea Selatan, serta memasukkan komponen nuklir dalam "pencegahan yang diperluas" yang diberikan kepada Jepang.

"AS telah menyusun strategi nuklir baru yang mengatur penggunaan senjata nuklir taktis dengan secara drastis menurunkan batasan penggunaan senjata nuklir," demikian dokumen tersebut.

Menurut Korut, hal tersebut menunjukkan bahwa senjata nuklir tersebut bukan sekadar 'sarana pencegahan' yang disediakan untuk tujuan 'menghilangkan ancaman' dari negara-negara musuh, tetapi senjata untuk perang aktual yang akan digunakan di medan pertempuran dalam keadaan darurat.

Kemlu Korut mengatakan persetujuan AS terhadap Korea Selatan untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir merupakan bukti lain dari proliferasi teknologi nuklir model AUKUS.

Menurut kementerian itu, hal tersebut dapat menambah faktor ketidakstabilan baru terhadap situasi militer dan politik di kawasan Asia-Pasifik.

Korut menegaskan bahwa di tengah situasi geopolitik saat ini, dengan tatanan nuklir internasional telah mencapai kondisi kehancuran total, mengharuskan pemerintah memainkan peran yang lebih aktif dalam melindungi perdamaian dunia dan memastikan stabilitas strategis global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Korea Utara tegaskan status sebagai negara nuklir tidak pernah berubah

Penerjemah: Katriana
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.