gop-crypto.vip

Korem 045 kerahkan 690 prajurit padamkan karhutla di Bangka Belitung - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Komando Resor Militer (Korem) 045 Garuda Jaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan 460 prajurit, guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak musim kemarau ekstrim di daerah itu.

"Saat ini kita mengerahkan prajurit untuk menangani 40 titik api di Pulau Bangka dan Belitung," kata Komandan Korem 045/Garuda Jaya Provinsi Kepulauan Babel, Brigjen TNI Nur Wahyudi di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan Korem 045/Garuda Jaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menggerahkan 690 prajurit TNI Angkatan Darat dengan rincian Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 250 prajurit, Pulau Bangka 240 prajurit dan Pulau Belitung 200 prajurit, untuk mempercepat penanganan karhutla selama musim kemarau ekstrim.

"Kita bersama Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya terus berkoordinasi untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Pulau Bangka dan Belitung ini," ujar Wahyudi.

Ia mengatakan selama musim kemarau ini, kejadian karhutla di Kepulauan Babel masih relatif kecil-kecil, tidak seperti karhutla di Pulau Kalimantan, Sumatera Selatan, Riau dan tempat lainnya yang lebih luas.

"Kejadian karhutla di Pulau Bangka dan Belitung masih kecil-kecil. Paling luas lahan terbakar di satu titik hanya sekitar tiga hektare, tidak seperti seluas karhutla di Palembang, Riau dan Kalimantan mencapai puluhan hectare kebakaran di satu titik," ujarnya.

Wahyudi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, karena sangat berpotensi terjadi kebakaran lahan yang lebih luas dampak cuaca panas yang disertai angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan apabila ada titik api atau kebakaran untuk segera melapor kepada petugas TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya, guna mempercepat pemadaman kebakaran lahan dan hutan selama musim kemarau ekstrim ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.