gop-crypto.vip

Konsumsi alpukat mendukung kesehatan jantung menurut studi

Jakarta (ANTARA) - Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Lipidology menemukan adanya bukti terbaru bahwa alpukat dapat mendukung kesehatan jantung.

Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi satu alpukat sehari dapat memperbaiki partikel kolesterol yang terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular sebagaimana dikutip dari siaran Medical Daily pada Selasa (4/8).

Studi tersebut menemukan bahwa orang dewasa dengan obesitas yang mengonsumsi satu alpukat setiap hari mengalami perubahan yang menguntungkan dalam karakteristik partikel lipoprotein densitas rendah (LDL), perubahan yang menurut para peneliti dapat berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular yang lebih baik.

Namun, para penulis menekankan bahwa alpukat bukanlah pengobatan tunggal untuk penyakit jantung dan harus dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat jantung secara keseluruhan daripada sebagai "makanan super" tunggal.

Baca juga: Manfaat alpukat: Dari jantung sehat hingga mendukung kehamilan

Baca juga: Aman kah konsumsi alpukat yang sudah kecoklatan setelah dipotong?

Temuan ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menghubungkan diet kaya lemak tak jenuh, serat, dan nutrisi nabati dengan hasil kardiovaskular yang lebih baik.

Lebih lanjut studi ini menawarkan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana mengganti makanan yang kurang bergizi dengan alpukat dapat memengaruhi metabolisme kolesterol secara positif, terutama di kalangan orang dewasa dengan obesitas.

Dalam penelitian tersebut, peserta dengan obesitas yang mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari mengalami peningkatan kualitas partikel LDL mereka, termasuk pengurangan partikel LDL kecil dan padat, yang dianggap lebih mungkin berkontribusi pada pembentukan plak di arteri daripada partikel LDL yang lebih besar.

Penelitian ini juga melaporkan perubahan yang menguntungkan dalam metabolisme lipid yang dapat membantu mengurangi perkembangan aterosklerosis dari waktu ke waktu. Meskipun kolesterol LDL sering disebut sebagai "kolesterol jahat," para peneliti mencatat bahwa ukuran dan jumlah partikel LDL juga dapat memengaruhi risiko kardiovaskular.

Manfaat tersebut tampak sangat relevan bagi orang dewasa dengan obesitas, suatu kondisi yang sering dikaitkan dengan metabolisme kolesterol abnormal, resistensi insulin, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Walaupun demikian, para peneliti memperingatkan bahwa penelitian ini tidak membuktikan bahwa mengonsumsi alpukat saja dapat mencegah penyakit jantung. Sebaliknya, temuan tersebut menunjukkan bahwa memasukkan alpukat ke dalam pola makan sehat secara keseluruhan dapat meningkatkan biomarker yang terkait dengan risiko kardiovaskular.

Baca juga: Empat buah yang bantu menurunkan tekanan darah

Baca juga: Konsumsi alpukat dikaitkan dengan perbaikan pengelolaan gula darah

Baca juga: Konsumsi alpukat bantu tingkatkan kesehatan jantung

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.