gop-crypto.vip

Konser di Kota Tua dibubarkan setelah muncul bau gas berbahaya

Jakarta (ANTARA) - Sebuah konser di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat pada Minggu (13/9) malam, terpaksa dibubarkan oleh penyelenggara karena munculnya bau gas yang diduga berbahaya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, mengatakan insiden itu terjadi saat grup musik Kotak tampil pada puncak perayaan.

"Hari kedua diakhiri penampilan Armand Maulana dan Kotak. Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB, ketika bawa lagu, tercium bau tidak enak, seperti kentut," kata Denny saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Denny menyebut ukuran panggung relatif kecil. Saat Band Kotak dengan vokalis bernama Tantri itu tampil pukul 23.00 WIB, terdapat serbuk yang membuat mata menjadi pedih hingga nafas menjadi sesak.

"Di sisi lain. Panggung itu kecil banget karena memang format (acara) seperti itu. Kotak terus perform sampai jam 23.00 WIB. Puncaknya berasa agak pedih mata di area depan dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya, serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak nafas," jelasnya.

Acara kemudian sempat terhenti hingga akhirnya petugas berhasil mengamankan salah seorang pria yang diduga membawa serbuk tersebut.

Pelaku diduga ingin membuat ramai kondisi konser untuk melakukan pencurian.

"Tantri Kotak mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan. Kami bersama tiga pilar mengamankan dari warga terdampak. Agar yang sesak nafas tertangani," tuturnya.

Denny mengatakan area tersebut dalam waktu 15 menit disterilkan. Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia.

"Secara teknis pelaku sudah ditahan dan kami membuka call center dan DM (direct message) bila ada warga terdampak lainnya. Malam kemarin yang terdampak langsung dipulangkan dalam keadaan selamat," ungkapnya.

Denny menegaskan pihak penyelenggara hanya ingin mengantisipasi dan mengutamakan keselamatan pengisi acara dan pengunjung. Selain itu, penyelenggara juga berkomitmen untuk lebih baik san membantu pelaksanaan acara.

Baca juga: Petugas gabungan lakukan penyemprotan "water mist" di Kota Tua

Baca juga: MRT Jakarta mempertahankan nilai warisan dalam "placemaking" Kota Tua

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.