Konjen Tiongkok optimalkan keselamatan wisatawannya di Bali dan Nusra - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku industri pariwisata, hingga penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan keselamatan wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Keamanan Berwisata bagi Wisatawan Tiongkok yang digelar secara luring dan daring di Denpasar, dengan melibatkan instansi pemerintah, kepolisian, imigrasi, asosiasi pariwisata, maskapai, hotel, rumah sakit, dan biro perjalanan dari tiga provinsi yang menjadi wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Denpasar.
"Pertemuan hari ini bukan hanya merupakan langkah nyata dalam melaksanakan upaya perlindungan keselamatan wisatawan, tetapi juga menjadi wadah bagi kita semua untuk bersama-sama menganalisis situasi baru, mengidentifikasi tantangan baru, dan mencari solusi dalam menjamin keamanan pariwisata," kata Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng.
Ia juga menambahkan keselamatan merupakan fondasi utama pembangunan pariwisata yang berkualitas sehingga diperlukan penguatan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi meningkatnya mobilitas wisatawan.
Menurut Zhang, meningkatnya konektivitas antara Indonesia dan Tiongkok, termasuk pembukaan kembali sejumlah penerbangan langsung menuju Bali, turut mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan destinasi lainnya.
Ia menyebut jumlah wisatawan Tiongkok, termasuk dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan, yang berkunjung ke Bali terus mencatat pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun terakhir hingga menjadikan Tiongkok sebagai negara asal wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Bali.
Sementara itu, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Labuan Bajo juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Zhang mengatakan pemerintah Tiongkok akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keselamatan wisatawan melalui penguatan pengawasan terhadap aktivitas wisata berisiko tinggi, penyempurnaan mekanisme tanggap darurat, peningkatan kapasitas penegakan hukum, serta pembangunan infrastruktur keselamatan di destinasi wisata.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, kepolisian, imigrasi, dinas terkait, asosiasi pariwisata, maskapai, hotel, hingga biro perjalanan yang selama ini bekerja sama dengan Konsulat Jenderal China dalam memberikan perlindungan kepada wisatawan Tiongkok.
Data Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar mencatat jumlah wisatawan asal daratan Tiongkok yang berkunjung ke Bali pada 2025 mencapai hampir 540 ribu orang atau meningkat 19,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah wisatawan asal daratan Tiongkok yang berkunjung ke Bali telah mencapai sekitar 243 ribu orang atau tumbuh 11,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, lebih dari 58 ribu wisatawan Tiongkok mengikuti wisata kapal sepanjang 2025 atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024.
Hingga akhir Mei 2026, jumlah wisatawan yang mengikuti wisata kapal telah melampaui 35 ribu orang atau sekitar 60 persen dari total kunjungan sepanjang tahun lalu.
Konjen Tiongkok Zhang Zhisheng mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjadikan Bali, NTB, dan NTT sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan memberikan rasa tenang bagi wisatawan Tiongkok.
Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.