Konflik Saudi-Houthi Berisiko Buka Front Baru dalam Perang AS-Iran
Bagikan:
JAKARTA - Kembalinya pertempuran antara pemberontak Houthi yang didukung Teheran dan Arab Saudi berisiko membuka front baru dalam konflik AS-Iran, yang berpotensi membawa dampak serius bagi ekonomi global.
Diulas CNN, Senin, 27 Juli, pada awal bulan ini, kelompok Houthi menuduh Arab Saudi menyerang bandara di Sanaa—ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi—guna mencegah pendaratan pesawat yang membawa delegasi penting Houthi.
Delegasi tersebut baru saja kembali dari upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran. Pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan pasukannya sendirilah yang melancarkan serangan tersebut.
Penerbangan itu merupakan upaya Houthi untuk mematahkan pembatasan akses udara ke Sanaa yang telah berlangsung bertahun-tahun, dengan cara membuka kembali penerbangan langsung ke Teheran untuk pertama kalinya sejak koalisi pimpinan Saudi terlibat dalam perang pada tahun 2015.
Hal tersebut mencerminkan aspek yang lebih luas dari strategi Teheran yang terus berkembang.
“Penggunaan 'Poros Perlawanan' (*Axis of Resistance*) yang semakin terkoordinasi untuk mengubah masa-masa konfrontasi menjadi peluang guna mengonsolidasi pencapaian, mengubah realitas di lapangan, serta memperkuat daya tawar regional Iran," tulis pakar masalah Yaman, Nadwa Al-Dawsari dan Arman Mahmoudian, pada Senin, 27 Juli, untuk Middle East Institute di Washington, DC.
Perkembangan ini menandai eskalasi yang berbahaya, mengingat kelompok Houthi selama beberapa tahun terakhir sebagian besar telah mematuhi gencatan senjata informal dengan Arab Saudi.
Menyusul serangan tersebut, Houthi menyatakan berakhirnya masa jeda ketegangan itu dan mengumumkan "blokade" terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi yang melintasi Selat Bab al-Mandab—jalur yang menjadi semakin penting bagi ekspor minyak kerajaan tersebut setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.
Mereka kemudian mengklaim telah menghantam dua kapal tanker milik Arab Saudi.
Pihak Arab Saudi mengakui setidaknya satu kapal terkena serangan dan membalas dengan serangan udara terhadap target-target Houthi di Hodeidah, lokasi pelabuhan utama yang berada di bawah kendali Houthi.
BACA JUGA:
Pada Senin, citra satelit dari NASA memperlihatkan kepulan asap hitam yang membubung dari sekitar kilang minyak Jazan di pesisir Laut Merah Arab Saudi dan membentang sejauh sekitar 200 kilometer. Hal ini terjadi sehari setelah Houthi mengklaim telah menyerang fasilitas tersebut.
Konflik ini mengancam lalu lintas pelayaran di Bab al-Mandab—jalur vital bagi perdagangan global dan pasokan energi—yang berpotensi memicu kenaikan harga minyak, biaya pengangkutan, serta inflasi di seluruh dunia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
28 Juli 2026, 03:03
28 Juli 2026, 02:02
28 Juli 2026, 00:01
28 Juli 2026, 01:01
28 Juli 2026, 04:31