gop-crypto.vip

Komnas Perempuan dorong distribusi bantuan di Flores berprinsip afirmasi

Komnas Perempuan dorong distribusi bantuan di Flores berprinsip afirmasi

Rabu, 19 Agustus 2026 21:07 WIB

Image Print

Sejumlah warga membawa bantuan menyusuri jalanan berbatu dari posko bantuan Desa Rokirole ke Desa Nitunglea, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Pulau berpenduduk sekitar 11.000 jiwa yang berjarak 20-30 dari pusat gempa bumi magnitudo 7,7 itu kesulitan mendistribusikan bantuan karena sejumlah jalan antardesa terputus akibat tanah longsor terdampak gempa. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym.

Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendorong distribusi layanan dan bantuan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa, agar berprinsip afirmasi, dimana kelompok rentan diprioritaskan.

"Distribusi layanan dan bantuan yang berprinsip afirmasi, dimana kelompok rentan mendapat prioritas, baik lansia, anak, disabilitas, korban yang sakit, termasuk perempuan," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menanggapi penjangkauan dan pemberian bantuan bagi kelompok rentan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa.

Hal ini penting karena kecenderungan distribusi bantuan yang mengandalkan kekuatan fisik seperti berdesak-desakan, akan menimbulkan risiko bagi kelompok rentan untuk mendapatkan bantuan.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan khusus perempuan dan kelompok rentan melalui pendataan yang terpilah secara cermat.

"Harus sensitif pada kebutuhan khusus perempuan yang hamil, melahirkan, menyusui dan menstruasi, perempuan lansia, anak, serta disabilitas," kata Dahlia Madanih.

Menurut dia, data terpilah ini penting dalam penanganan darurat bencana untuk memastikan kelompok rentan tertangani dengan baik.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan pengungsian yang aman dan ramah pada perempuan, termasuk memastikan Pos Pendampingan juga membangun mekanisme akses layanan untuk pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan di lokasi pengungsian.

Komnas Perempuan juga mendorong pelibatan perempuan dalam penanganan respons kedaruratan, pemulihan, dan rehabilitasi.

"Perempuan dilibatkan dalam penanganan emergensi respons, pemulihan dan rehabilitasi, serta sensitif budaya setempat, berkeadilan dan tidak diskriminatif atas dasar apapun," katanya.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026