gop-crypto.vip

Komnas Perempuan dorong data terpilah dalam penanganan bencana

Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengingatkan pentingnya penggunaan data terpilah dalam penanganan darurat bencana untuk memastikan kelompok rentan tertangani dengan baik.

"Komnas Perempuan mendorong pemberian informasi data terpilah dalam setiap perkembangan penanganan darurat bencana," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menanggapi penjangkauan dan pemberian bantuan bagi kelompok rentan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa.

Menurutnya, pemenuhan data terpilah dari lebih dari 5.000 jiwa pengungsi di NTT menjadi kunci agar penyaluran bantuan dan perlindungan bagi kelompok rentan dapat tepat sasaran.

"Dalam situasi darurat bencana, pendataan terpilah menjadi alat utama untuk menuju pintu akses bantuan dan penanganan terhadap korban terdampak," kata Dahlia Madanih.

Pihaknya juga mendorong pemerintah untuk menyalurkan kebutuhan kelompok rentan yang meliputi perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lansia agar dukungan spesifik tersebut dapat segera terpenuhi secara merata di Flores.

"Berdasarkan informasi masyarakat sipil, kebutuhan mendesak saat ini bagi kelompok rentan mencakup selimut, popok lansia, serta kebutuhan khusus perempuan dan anak untuk melengkapi pelayanan di lapangan," kata Dahlia.

Sementara itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, NTT.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," kata Menko PMK.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.