Komite gabungan turut tangani karhutla di TNWK Lampung
Komite gabungan turut tangani karhutla di TNWK Lampung
Sabtu, 19 September 2026 17:46 WIB
Komite gabungan turut tangani karhutla di TNWK Lampung (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Bandarlampung (ANTARA) - Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berkontribusi aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi setempat.
"Bentuk dukungan diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik bagi personel garda terdepan, pengadaan mesin pompa air beserta selang pemadam, hingga penyediaan sarana penampungan air berupa sumur bor dan embung," kata Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, dalam keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.
Sriyanto turun langsung memimpin dan membantu proses pemadaman api bersama tim gabungan serta masyarakat setempat.
"Saya hari pertama saya berada di garis depan. Saya diperintahkan oleh Gubernur dan Pangdam untuk memimpin pelaksanaan pemadaman karhutla saat itu," kata dia.
Dia menyebutkan, guna menjaga ketahanan fisik petugas di lapangan, pihak komite memastikan kebutuhan logistik serta peralatan operasional terpenuhi secara optimal.
Selain itu, untuk mengatasi keterbatasan sumber air di area kebakaran, komite menyiapkan Langkah strategis dengan membangun tampungan air terpadu berupa kombinasi embung dan sumur bor di titik-titik elevasi rendah.
"Penampungan ini menggabungkan sumur bor dan embung. Ketika musim hujan, ketersediaan air dapat terjaga, sedangkan pada musim kemarau dapat difungsikan sekaligus sebagai tempat minum gajah," ujarnya.
Dia menjelaskan rencana realisasi pembangunan fasilitas air tanah tersebut dialokasikan pada sepuluh titik strategis kawasan. Saat ini dua lokasi telah beroperasi, sementara delapan titik lainnya masih dalam tahap survei teknis.
Selain infrastruktur air, pemantauan karhutla ditunjang sistem pengawasan digital berupa kamera CCTV 360 derajat yang terpasang setiap satu kilometer di sepanjang 167 kilometer batas kawasan.
Sistem tersebut terhubung ke pusat komando (command center) serta terintegrasi dengan pesawat nirawak (drone) dan kamera jebak (camera trap) untuk mendeteksi titik api secara dini maupun mengawasi aktivitas ilegal.
Sriyanto mengajak seluruh lapisan aparatur desa dan masyarakat di kawasan penyangga untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga kelestarian hutan.
"Berdasarkan pengalaman penanganan karhutla ini, mari kita bersama-sama menjaga dan mengamankan kawasan hutan dari potensi gangguan serta perambahan liar," katanya.
Pewarta : Ardiansyah
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.