Kodim 0409/Rejang Lebong bangun 15 titik sumur bor - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu membangun 15 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah itu pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0409/Rejang Lebong Kapten Inf Tasmi Basisironi saat dihubungi di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan pembangunan fasilitas air bersih tersebut merupakan program pemerintah pusat yang diamanahkan kepada TNI.
"Adapun 15 titik sumur yang dibangun Kodim 0409/Rejang Lebong tersebar dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong sebanyak tujuh titik dan di Kabupaten Kepahiang delapan titik," kata Tasmi.
Dia menjelaskan untuk wilayah Kabupaten Rejang Lebong, titik sumur bor tersebut diantaranya berlokasi di Desa Karang Baru (Kecamatan Sindang Beliti Ulu), Kelurahan Talang Rimbo Baru, Desa Seguring, serta Desa Kota Pagu (Kecamatan Curup Tengah).
Pembangunan 15 titik sumur bor ini, kata dia, telah rampung 100 persen dan sudah dimanfaatkan oleh warga. Setiap satu titik sumur bor diperkirakan mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk sekitar 100 kepala keluarga.
Dia berharap fasilitas penunjang tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, terutama saat memasuki musim kemarau dan mengantisipasi dampak fenomena El Nino.
"Warga diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih dan menggunakannya seefisien mungkin agar tidak terbuang sia-sia," ujarnya.
Pihaknya tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengusulkan pembangunan sumur bor di wilayahnya. Pengajuan dapat disampaikan melalui Babinsa serta kepala desa atau lurah setempat.
Menurut dia, setiap usulan yang masuk ke Kodim 0409/Rejang Lebong terlebih dahulu akan dilakukan survei lapangan sebelum diteruskan ke pemerintah pusat melalui Komando Resort Militer (Korem) dan Komando Daerah Militer (Kodam) setempat.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.