KKP perkirakan budi daya lobster di Batam kembali panen pada September
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan budi daya lobster yang dikembangkan dari benih bening lobster (BBL) di Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau, akan panen kembali pada September 2026.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Senin, mengatakan modeling budi daya lobster di BPBL Batam dirancang sebagai percontohan penerapan teknologi pembesaran lobster dari BBL yang dapat direplikasi di berbagai daerah potensial.
Menurut dia, Kepulauan Riau dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki daya dukung lingkungan yang baik, dekat dengan pasar, serta didukung ketersediaan pakan melalui pengembangan budi daya kekerangan yang melibatkan masyarakat pesisir.
Saat ini, kawasan budi daya seluas tiga hektare tersebut dilengkapi unit nursery, fasilitas penyimpanan dingin (cold room), serta 172 unit Keramba Jaring Apung (KJA) yang terdiri atas 116 unit berukuran besar dan 56 unit berukuran sedang.
Baca juga: BPBL Batam targetkan panen 1 ton lobster kualitas ekspor akhir 2026
Haeru menyebut lobster yang dibesarkan sejak Oktober tahun lalu kini telah mencapai bobot rata-rata 150-200 gram per ekor pada KJA berukuran besar dan diproyeksikan siap dipanen pada September mendatang.
Haeru mengatakan teknologi pendederan yang diterapkan mampu menghasilkan benih lobster berukuran lima gram untuk memasuki tahap pembesaran.
Produktivitas budi daya ditargetkan mencapai 40 kilogram per lubang KJA berukuran 3 x 3 meter.
"Kami ingin potensi BBL tidak berhenti sebagai benih, tetapi dibesarkan menjadi lobster bernilai ekonomi tinggi di dalam negeri," kata Haeru.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.