KKP: Pengembangan Pelabuhan Kejawanan Cirebon tingkatkan produksi ikan
Cirebon, Jawa Barat (ANTARA) - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Lotharia Latif mengatakan bahwa proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, dapat meningkatkan produksi ikan tangkap dan menambah daya tampung kapal.
"Produksi ikan juga diproyeksikan meningkat dari 5.600 ton per tahun menjadi 32 ribu ton per tahun," kata Lotharia Latif di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, saat groundbreaking proyek integrated fishing ports and international fish market Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan.
Menurut dia, pengembangan PPN Kejawanan Cirebon ini dilakukan dalam rangka pembangunan pelabuhan perikanan bertaraf internasional yang terintegrasi dan modern.
Ia mengatakan bahwa PPN Kejawanan Cirebon diproyeksikan dapat meningkatkan produksi ikan tangkap, serta dapat menampung sebanyak 500 kapal nelayan dari sebelumnya hanya berkisar 241 unit.
Latif menambahkan bahwa pelabuhan tersebut juga diharapkan dapat menampung tenaga kerja lebih banyak dari sebelumnya 2.900 orang menjadi 8.000 orang.
"Tentunya Investasi pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat jangka panjang bagi sektor kelautan dan perikanan Indonesia khususnya di wilayah Cirebon dan Jawa Barat," ujarnya.

Bukan hanya itu, kata Latif, PPN Kejawanan Cirebon juga diproyeksikan dapat meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor kelautan.
"Selain itu kontribusi penerima negara bukan pajak diproyeksikan meningkat dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar," katanya.
Pengembangan PPN Kejawanan Cirebon, kata dia, ditargetkan dapat beroperasi pada 2028 dan pekerjaan konstruksi berlangsung dari Agustus 2026 hingga Agustus 2028 atau selama 730 hari dengan biaya proyek mencapai Rp496 miliar.
Baca juga: KKP lakukan penataan kapal di pelabuhan Muara Angke
Baca juga: Menko Pangan dorong penguatan sektor perikanan di Kabupaten Batang
Baca juga: Pemkot Cirebon catat produksi perikanan tangkap capai 3.603 ton
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.