gop-crypto.vip

KKP mendorong hilirisasi rumput laut Gracilaria untuk tarik investasi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan hilirisasi rumput laut Gracilaria di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menarik investasi industri pengolahan dan meningkatkan nilai tambah bagi pembudi daya.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan pengembangan rumput laut Gracilaria tidak cukup hanya dilakukan dari sisi produksi, tetapi perlu diikuti penguatan industri pengolahan di tingkat hilir.

“Potensinya tidak berhenti pada produksi. Hulu harus diperkuat, kemudian hilirisasinya juga perlu terus didorong agar muncul investasi dan industri pengolahan yang bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” ujar Haeru dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Haeru mengatakan pengembangan budi daya Gracilaria memiliki prospek besar karena permintaan rumput laut di pasar global pada 2029 juga diproyeksikan mencapai 40–43 juta ton.

KKP mencatat Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut terbesar kedua dunia, dengan volume produksi pada 2024 mencapai 9,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, Gracilaria menyumbang sekitar 16,5 persen produksi di 15 provinsi produsen utama.

Untuk memperkuat produksi, Haeru menyebut KKP telah memberikan sejumlah dukungan kepada pembudi daya, antara lain dua unit ekskavator untuk perbaikan tambak, bibit Gracilaria unggul, benih bandeng, serta dukungan pembiayaan.

Selain itu, KKP mengarahkan dua unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budi Daya di Pulau Jawa, yakni Balai Perikanan Budi Daya Air Payau (BPBAP) Situbondo dan Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara, untuk mengembangkan teknologi pembibitan Gracilaria berbasis spora.

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mendekatkan sumber bibit berkualitas dengan sentra produksi rumput laut di Pulau Jawa. Sebelumnya, teknologi pembibitan berbasis spora telah dikembangkan Balai Perikanan Budi Daya Air Payau Takalar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: KONEKSI dorong hilirisasi rumput laut untuk ekonomi biru NTB

Kepala Balai Perikanan Budi Daya Air Payau Takalar Boyun Handoyo mengatakan sekitar dua ton bibit Gracilaria hasil teknologi spora telah dikirimkan ke Sidoarjo pada tahun ini.

“Tahun ini telah dikirimkan sekitar 2 ton bibit Gracilaria hasil teknologi spora ke Sidoarjo. Harapannya bibit ini dapat terus dikembangkan dan diperbanyak sehingga pembudi daya memiliki sumber bibit berkualitas,” katanya.

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026