gop-crypto.vip

Kisah keemasan Sriwijaya dapat dilihat di Museum Nasional Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin mengajak masyarakat melihat langsung kisah keemasan Kerajaan Sriwijaya di Museum Nasional Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan saat peluncuran program Berbincang Ragam Budaya (Beranda) di Museum Nasional Indonesia yang membedah buku terbaru karya Herald van der Linde berjudul "Srivijaya: Power, Trade, and Faith in Indonesia’s First Maritime Empire".

"Teman-teman jangan lupa baca buku ini dan pelajari langsung betapa hebatnya nenek moyang bangsa kita, sekaligus mampir ke Museum Nasional Indonesia untuk melihat sendiri jejak sejarahnya. Inilah semangat yang terus kita hidupkan, mengenal sejarah agar semakin bangga menjadi Indonesia," ujar Indira di Jakarta, Sabtu.

Buku "Srivijaya" menyelami jejak sejarah Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara sejak abad ke-7 Masehi, menguasai rute perdagangan laut, serta menjadi simpul penting dalam jaringan dunia dan pusat pembelajaran agama Buddha.

Baca juga: Museum Nasional dongkrak kunjungan lewat program berorientasi publik

Baca juga: Menbud dorong Museum Pos Indonesia jadi cagar budaya nasional

Sejumlah jejak sejarah penting dari abad ke-7 itu yang tersimpan di Museum Nasional Indonesia meliputi Prasasti Kedukan Bukit serta Prasasti Telaga Batu yang memuat teks sumpah setia sekaligus kutukan bagi siapa pun yang berkhianat pada raja.

Selain jejak sejarah Sriwijaya, Museum Nasional turut memamerkan mahakarya Nusantara lainnya, seperti Arca Manjusri dari abad ke-10 yang melambangkan kebijaksanaan tertinggi ajaran Buddha Mahayana, serta Arca Prajnaparamita yang melengkapi ruang edukasi publik bagi masyarakat.

Saat ini, pengelolaan seluruh fasilitas dan koleksi di Museum Nasional Indonesia berada di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesian Heritage Agency (IHA).

Badan Layanan Umum di bawah naungan Kementerian Kebudayaan yang terbentuk sejak 2022 dan diresmikan sejak 1 September 2023 itu kini bertanggung jawab mengelola 17 museum dan galeri serta sejumlah cagar budaya nasional di Indonesia, dengan total koleksi mencapai 250.000 artefak dan benda bersejarah guna mendukung pembangunan masyarakat yang berbudaya.

Salah satunya Museum Nasional Indonesia yang terletak di jantung kota Jakarta. Museum itu menjadi simbol penting dari identitas nasional Indonesia dan penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan lewat pelestarian dan pemanfaatan dari 195.044 benda budaya.

Baca juga: Kemenbud gandeng Danantara percepat revitalisasi Museum Nasional

Baca juga: Perpustakaan Danantara resmi dibuka di Museum Nasional Indonesia

Baca juga: Tito: Monumen bahasa Penyengat jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.