Keputusan keliru Porsche berujung ancaman PHK hingga 6.000 orang
Jakarta (ANTARA) - Volkswagen bukan satu-satunya perusahaan yang memangkas jumlah karyawan di grup otomotif terbesar di Eropa tersebut, kini Porsche tengah menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) baru, setelah dewan pengawas menyetujui paket restrukturisasi yang lebih luas.
Produsen mobil sport asal Jerman itu kini dipimpin oleh Michael Leiters, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO McLaren selama hampir tiga tahun. Ia menggantikan Oliver Blume, yang sebelumnya merangkap jabatan sebagai pimpinan Volkswagen dan Porsche.
Laman Carscoops, Kamis (23/7) waktu setempat melaporkan, bahwa sebagai bagian dari upaya membenahi kinerja perusahaan, Leiters berpotensi memangkas antara 5.000 hingga 6.000 pekerja hingga 2035.
Jumlah tersebut merupakan tambahan dari 3.900 PHK yang sebelumnya telah diumumkan saat Porsche masih dipimpin oleh Blume. Rencana tersebut kemungkinan akan dipresentasikan kepada para pekerja pada pekan depan.
Baca juga: Margin laba melorot 1,1 persen, Porsche siapkan strategi baru
Selama bertahun-tahun, Porsche dikenal sebagai salah satu merek dengan kinerja terbaik di bawah Volkswagen Group berkat keuntungan besar yang dihasilkan dari penjualan model-model berharga tinggi. Namun, laba operasional perusahaan anjlok 93 persen pada tahun lalu.
Penurunan tersebut dipicu oleh biaya yang timbul akibat tarif perdagangan internasional, penurunan penjualan di China, serta komitmen perusahaan yang dinilai terlalu besar terhadap pengembangan kendaraan listrik.
Pada awal tahun ini, Leiters mengatakan Porsche akan lebih berfokus pada model-model dengan margin keuntungan tinggi, seperti 911, sekaligus menyederhanakan jajaran produknya. Yang terpenting, perusahaan tidak berencana meningkatkan volume penjualan sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut.
Porsche telah mengalami kerugian besar dari proyek mobil listrik 718 Boxster/Cayman dan proyek SUV listrik K1. Perusahaan tidak lagi berkomitmen untuk menjadikan generasi terbaru Boxster dan Cayman hanya tersedia dalam versi kendaraan listrik (EV).
Selain itu, SUV flagship K1 juga tidak lagi akan dipasarkan secara eksklusif dengan sistem penggerak listrik. Sebagai gantinya, model tersebut akan beralih dari platform Scalable Systems Platform milik Volkswagen ke arsitektur Premium Platform Combustion, yang mendukung berbagai pilihan mesin V6 dan V8, serta sejumlah varian hibrida.
Baca juga: Porsche tak berniat membuat 911 versi EV penuh
Baca juga: Porsche Menjual Saham Bugatti ke BlueFive Capital
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- porsche
- phk porsche
- porsche k1