Kenapa tanda tangan bisa berubah seiring waktu? Ini faktanya
Jakarta (ANTARA) - Tanda tangan sering kali menjadi salah satu bentuk identitas yang melekat pada seseorang. Mulai dari menandatangani dokumen resmi, surat, hingga berbagai urusan administrasi, tanda tangan digunakan untuk menunjukkan persetujuan atau mengesahkan sesuatu.
Namun, pernahkah Anda membandingkan tanda tangan saat masih sekolah dengan tanda tangan yang digunakan sekarang? Bisa jadi bentuknya sudah cukup berbeda. Ada garis yang semakin panjang, huruf yang berubah, ukuran yang mengecil, atau bahkan bentuk tanda tangan yang menjadi jauh lebih sederhana.
Perubahan tersebut sebenarnya merupakan hal yang cukup wajar. Tanda tangan bukanlah gambar yang dibuat secara statis, melainkan hasil dari gerakan motorik yang dilakukan berulang-ulang.
Berbeda dengan sekadar membuat gambar, tanda tangan merupakan gerakan yang dipelajari dan kemudian menjadi semakin otomatis setelah sering dilakukan.
Ketika seseorang sudah terbiasa dengan bentuk tanda tangannya, otak tidak perlu lagi memikirkan setiap garis atau huruf secara terpisah. Gerakan tersebut menjadi semacam pola motorik yang dapat dilakukan dengan relatif cepat.
Meski begitu, pola motorik tersebut tetap memiliki variasi. Penelitian mengenai tanda tangan menunjukkan adanya perbedaan dalam kecepatan gerakan, tekanan pena, durasi, ukuran goresan dan karakteristik gerakan lainnya, bahkan ketika seseorang membuat tanda tangan yang sama berulang kali.
Baca juga: Waspadai tanda-tanda masalah akibat mengetik terlalu lama
Itulah sebabnya dua tanda tangan dari orang yang sama tidak selalu terlihat 100 persen identik.
Seiring bertambahnya usia, seseorang bisa mengalami perubahan kebiasaan dalam menggunakan tangan. Cara memegang pulpen, posisi kertas, kecepatan menulis hingga seberapa kuat tekanan tangan dapat berubah.
Bahkan kondisi saat menulis juga dapat memberikan pengaruh. Penelitian terbaru mengenai tanda tangan digital menemukan bahwa posisi menulis dapat memengaruhi sejumlah karakteristik tanda tangan, termasuk gaya dan tekanan saat menggunakan alat tulis.
Selain itu, seseorang yang semakin jarang menulis dengan tangan juga bisa mengalami perubahan gaya. Di tengah penggunaan komputer dan ponsel yang semakin dominan, aktivitas menulis tangan mungkin tidak lagi sesering ketika seseorang masih bersekolah.
Usia ikut mempengaruhi gerakan tangan
Faktor usia juga dapat berperan dalam perubahan tanda tangan, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Penelitian terhadap orang berusia 60 hingga 91 tahun menemukan bahwa pertambahan usia berkaitan dengan perubahan pada gerakan saat membuat tanda tangan. Kecepatan dan ukuran gerakan pena cenderung menurun, sementara durasi gerakan dan ketidakteraturan gerakan meningkat. Tekanan pena juga cenderung berkurang.
Dengan kata lain, perubahan tanda tangan tidak selalu berarti seseorang sengaja mengganti identitas tanda tangannya. Bisa saja perubahan tersebut merupakan hasil dari perubahan kemampuan motorik yang terjadi secara perlahan.
Baca juga: Mengapa tanda tangan tidak boleh sembarangan diberikan?
Tanda tangan bisa "bergeser" sedikit demi sedikit
Menariknya, perubahan tanda tangan tidak selalu terjadi secara drastis. Dalam penelitian terhadap tanda tangan dinamis yang dikumpulkan selama 18 bulan, peneliti menemukan adanya kecenderungan tanda tangan tetap relatif stabil, tetapi juga mengalami perubahan kecil atau "drift" dari waktu ke waktu.
Hal ini mirip dengan kebiasaan seseorang dalam menulis. Bentuk dasarnya mungkin masih mudah dikenali, tetapi detail-detail kecil dapat berubah tanpa disadari.
Misalnya, seseorang yang dulu membuat tanda tangan dengan banyak lekukan mungkin perlahan membuatnya lebih sederhana karena terbiasa menandatangani banyak dokumen. Ada pula yang awalnya menulis cukup besar, kemudian ukurannya mengecil karena gerakan tangan menjadi lebih cepat atau kebiasaan menulis berubah.
Tanda tangan yang dibuat ketika seseorang sedang terburu-buru tentu bisa berbeda dengan tanda tangan yang dibuat dalam kondisi santai.
Kecepatan, tekanan, posisi tangan dan koordinasi gerakan dapat mempengaruhi hasil akhirnya. Bahkan penelitian mengenai aktivitas menulis menunjukkan bahwa kecepatan tulisan dan kekuatan genggaman dapat mengalami variasi berdasarkan kondisi biologis dan waktu.
Karena itu, sedikit perbedaan antara satu tanda tangan dan tanda tangan lainnya belum tentu menunjukkan bahwa salah satunya palsu.
Dalam pemeriksaan forensik, variasi alami dari tanda tangan justru menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Penelitian mengenai tanda tangan asli menunjukkan adanya variasi dalam karakteristik tanda tangan dari orang yang sama, sehingga pemeriksaan tidak cukup hanya melihat apakah dua tanda tangan tampak persis sama atau berbeda.
Jadi, apakah tanda tangan harus selalu sama?
Tidak harus identik. Yang lebih penting adalah pola umum dan karakteristik alami yang terbentuk dari kebiasaan seseorang.
Tanda tangan seseorang memang bisa berubah dari waktu ke waktu karena perpaduan antara kebiasaan, proses belajar motorik, kondisi saat menulis, perubahan kemampuan motorik dan pertambahan usia.
Jadi, kalau suatu hari melihat tanda tangan lama dan merasa bentuknya sudah jauh berbeda dengan yang sekarang, hal tersebut belum tentu aneh. Tanda tangan pada dasarnya adalah hasil dari gerakan tubuh yang terus digunakan dan beradaptasi.
Seperti tulisan tangan, tanda tangan juga bisa meninggalkan jejak perubahan kecil sepanjang perjalanan hidup seseorang.
Baca juga: Benarkah tanda tangan bisa mengungkap kepribadian? Ini faktanya
Baca juga: Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.