Kenapa Sering Ngidam Makanan Manis Saat Stres? Ini 6 Alasannya
Berikut ini alasan seseorang sering ngidam makanan manis saat stres yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurus Keberatan Pajak Bumi dan Bangunan? Simak Langkahnya
Kenapa Kita Sering Ngidam Makanan Manis Saat Stres?
1. Tubuh mencari sumber energi cepat
Saat stres, tubuh dapat berada dalam kondisi lebih waspada dan membutuhkan energi.
Makanan manis yang mengandung gula sederhana dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat sehingga otak menganggapnya sebagai sumber energi yang praktis.
2. Hormon stres ikut berperan
Stres berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat makanan yang tinggi gula atau lemak terasa lebih menggoda.
3. Gula memberikan rasa nyaman sementara
Makanan manis dapat mengaktifkan sistem penghargaan di otak dan memberikan sensasi menyenangkan.
Karena itu, seseorang bisa secara tidak sadar menghubungkan cokelat, es krim, kue, atau minuman manis dengan perasaan tenang dan nyaman.
Baca Juga: Standar Keamanan Bedah Plastik & Estetika: Apa yang Perlu Diketahui Pasti
4. Otak seperti mencari hadiah ketika sedang stres
Ketika menghadapi tekanan, otak cenderung mencari aktivitas atau makanan yang memberikan kepuasan secara cepat. Makanan manis termasuk salah satu pilihan yang mudah memberikan sensasi tersebut.
5. Kurang tidur bisa memperkuat keinginan makan manis
Stres sering membuat kualitas tidur menurun. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga keinginan mengonsumsi makanan manis dapat meningkat.
6. Sudah menjadi kebiasaan emosional
Jika seseorang terbiasa makan makanan manis setiap kali menghadapi masalah, lama-kelamaan otak dapat membentuk pola tersebut.
Akibatnya, ketika stres datang, keinginan makan manis muncul secara otomatis meskipun sebenarnya tidak lapar.
Bahaya Makan Makanan Manis Saat Stres
Sesekali menikmati makanan manis bukan masalah. Namun, jika hampir setiap kali stres seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah besar, kebiasaan tersebut dapat membuat asupan kalori berlebihan dan menyulitkan pengaturan pola makan.
Untuk mengatasinya, coba jeda beberapa menit sebelum makan, minum air putih, tidur cukup, melakukan aktivitas fisik ringan, atau memilih camilan yang lebih mengenyangkan.
Seperti buah, yogurt tanpa banyak gula, kacang-kacangan, atau makanan yang mengandung protein dan serat.
Keinginan makan manis saat stres bukan sekadar soal kurang bisa menahan diri. Stres dapat memengaruhi hormon, sistem penghargaan otak, tidur, dan kebiasaan makan sehingga makanan manis terasa jauh lebih menarik.
FAQ
1. Kenapa saat stres ingin makan makanan manis?
Stres dapat memengaruhi hormon dan sistem penghargaan di otak sehingga makanan manis terasa lebih menarik. Selain itu, tubuh juga cenderung mencari sumber energi yang cepat ketika berada dalam kondisi tertekan.
2. Apakah stres bisa meningkatkan nafsu makan?
Ya. Pada sebagian orang, stres dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat seseorang lebih tertarik pada makanan tinggi gula atau lemak.
3. Kenapa cokelat sering dicari saat stres?
Cokelat memiliki rasa manis yang dapat memberikan sensasi menyenangkan. Karena itu, seseorang bisa terbiasa mengaitkan cokelat dengan rasa nyaman ketika sedang menghadapi tekanan.
4. Apakah ngidam makanan manis saat stres berbahaya?
Sesekali mengonsumsi makanan manis umumnya bukan masalah. Namun, konsumsi gula secara berlebihan dan berulang dapat menyebabkan asupan kalori meningkat serta membuat pola makan menjadi kurang seimbang.
5. Bagaimana cara mengurangi keinginan makan manis saat stres?
Cobalah memberi jeda sebelum makan, minum air putih, tidur cukup, melakukan aktivitas fisik ringan, serta memilih camilan yang mengandung protein dan serat agar lebih mengenyangkan.
Kesimpulan
Ngidam makanan manis saat stres merupakan respons yang cukup umum dan tidak selalu berarti seseorang tidak mampu mengontrol diri.
Stres dapat memengaruhi hormon, sistem penghargaan otak, kualitas tidur, serta kebiasaan makan sehingga keinginan terhadap makanan manis menjadi lebih kuat.
Meski begitu, kebiasaan makan makanan manis setiap kali stres sebaiknya tidak dibiarkan menjadi pola yang terus berulang.
Memberikan jeda sebelum makan, menjaga kualitas tidur, melakukan aktivitas fisik, dan memilih camilan yang lebih mengenyangkan dapat membantu mengendalikan keinginan tersebut.