gop-crypto.vip

Kenangan Kawan Kecil Affan Kurniawan: Hobi Nongkrong, Bercanda, lalu Makan

Ketika kabar kematian Affan datang, Sumbar sedang berada di Yogyakarta. Ia menerima pesan WhatsApp dan melihat foto-foto yang beredar. Wajah dalam foto itu langsung dikenalnya.

"Wah, ini Affan," katanya.

Sumbar kemudian kembali ke Jakarta. Ia mengenal perjalanan Affan sejak masih kecil. Bahkan, beberapa kali Sumbar mengaku pernah memarahi Affan ketika masih muda.

Ketika dewasa, Affan sempat bekerja sebagai petugas keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka sebelum kemudian menjadi pengemudi ojek online.

Menurut Sumbar, Affan menjadi salah satu tulang punggung keluarganya. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Sumbar juga mengingat Affan sebagai sosok yang berani. Ia bercerita, Affan pernah menangkap seorang pencuri seorang diri ketika masih bekerja sebagai petugas keamanan.

"Berani orangnya," kata Sumbar.

Meski begitu, keberanian bukan hal pertama yang terlintas di benaknya ketika mengingat Affan. Ia lebih mengingat Affan sebagai anak muda yang pendiam, tidak banyak bicara, tetapi mudah bergaul.

"Orangnya enak," ujarnya.

Affan juga dikenal sejumlah warga di lingkungan tersebut. Beberapa tukang kopi di sekitar kawasan itu mengenalnya. Ia bisa bergaul dengan orang yang baru ditemuinya.

Kebiasaan yang Berhenti

Setelah Affan meninggal, kebiasaan kecil itu ikut berhenti. Sekitar 40 hari setelah kematian Affan, keluarga disebut meninggalkan rumah kontrakan tempat mereka tinggal. Rumah tersebut kemudian ditempati orang lain.

Sumbar juga tidak lagi melihat kakak Affan nongkrong seperti sebelumnya. Namun, yang paling ia rasakan bukan perubahan rumah atau lingkungan tempat tinggal keluarga Affan.

Ia kehilangan teman yang biasa muncul pada malam hari ketika belum mengantuk.

Tempat nongkrong mereka masih ada. Jalan-jalan yang biasa dilewati masih sama. Warung makan di sekitar Pasar Rumput juga tetap berjalan seperti biasa. Hanya Affan yang tidak lagi datang. Tidak ada lagi suara yang memanggilnya untuk duduk bersama.

"Pak, sini nongkrong."