gop-crypto.vip

Kementerian PU Gelontorkan Rp37,12 Miliar untuk Tata Kawasan Danau Dendam Tak Sudah

Bagikan:

JAKARTA - Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu sebentar lagi akan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.

Tak hanya menyuguhkan panorama alam, kawasan ini juga akan "bercerita" kepada setiap pengunjung melalui kisah legenda, sejarah, hingga nilai budaya yang telah melekat selama bertahun-tahun.

Konsep tersebut diwujudkan melalui penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah yang kini mulai dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah storytelling signage, yakni media informasi mengisahkan asal-usul Danau Dendam Tak Sudah beserta nilai sejarah, budaya dan pentingnya menjaga kelestarian kawasan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli.

Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Bengkulu yang menyimpan legenda masyarakat setempat tentang kisah cinta tak pernah terselesaikan.

Cerita rakyat tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Bengkulu dan akan diperkenalkan kepada wisatawan melalui konsep wisata berbasis storytelling.

Tak hanya menghadirkan pengalaman lebih edukatif, penataan kawasan juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Di area seluas sekitar 4 hektare, Kementerian PU membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari Kancah Selera sebagai pusat kuliner, Panggung Kecik, Balai Temu, amfiteater dan Panggung Gedang, bangunan ticketing, penataan lanskap, jalan, drainase hingga titik pandang (sunrise view).

Keberadaan Kancah Selera diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memasarkan kuliner khas Bengkulu.

Sementara Panggung Kecik dan Panggung Gedang akan dimanfaatkan sebagai lokasi pertunjukan seni dan budaya daerah.

Sehingga kawasan Danau Dendam Tak Sudah tidak hanya menjadi tempat menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang tumbuhnya ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya lokal.

Selain memperkuat daya tarik wisata, penataan kawasan juga mendukung fungsi Danau Dendam Tak Sudah sebagai pusat edukasi lingkungan.

Kawasan tersebut berada di area Cagar Alam dan Taman Wisata Alam, sehingga pengembangannya tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.

Danau Dendam Tak Sudah memiliki luas kawasan sekitar 577 hektare dengan luas permukaan air mencapai 67 hektare.

Lokasinya berada di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, sekitar 5,2 kilometer atau sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Kota Bengkulu.

BACA JUGA:


Penataan kawasan dikerjakan dengan anggaran Rp37,12 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2026.

Proyek dimulai pada 21 Mei 2026 dan ditargetkan rampung 31 Desember 2026.

Kementerian PU berharap, penataan tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat daya saing pariwisata Bengkulu, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di kawasan Danau Dendam Tak Sudah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+