gop-crypto.vip

Kemensos jadikan TAS Prima Sesaba Baturraden sebagai percontohan nasional

Kemensos jadikan TAS Prima Sesaba Baturraden sebagai percontohan nasional

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:36 WIB

Image Print

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Mas Kahono Agung Suhartoyo dalam peluncuran Taman Anak Sejahtera (TAS) Prima Sesaba di Sentra Satria Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menjadikan Taman Anak Sejahtera (TAS) Prima Sesaba di Sentra Satria Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai percontohan nasional dalam penyelenggaraan layanan pengasuhan anak yang aman, inklusif, dan berbasis dukungan keluarga.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Mas Kahono Agung Suhartoyo saat meluncurkan TAS Prima Sesaba yang dirangkai “Gebyar Hari Anak Nasional 2026” di Sentra Satria Baturraden, Sabtu, mengatakan TAS tersebut merupakan peluncuran kedua secara nasional dan diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan serupa.

"Kami berharap ini menjadi tempat percontohan, sehingga masyarakat di berbagai daerah yang akan menyelenggarakan Taman Anak Sejahtera bisa melihat dan mencontoh apa yang telah dilakukan di TAS Prima Sesaba ini," katanya.

Ia menegaskan TAS bukan untuk menggantikan peran keluarga dalam mengasuh anak, melainkan menjadi pendukung bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi tertentu, sehingga anak tetap memperoleh pengasuhan yang positif.

Menurut dia, anak-anak akan mendapatkan stimulasi tumbuh kembang melalui kegiatan edukatif dan permainan yang mengenalkan nilai-nilai positif dengan cara yang menyenangkan.

"TAS ini bukan pengganti keluarga, tetapi pendukung keluarga agar anak-anak tetap mendapatkan pengasuhan yang baik ketika orang tua memiliki berbagai keterbatasan," katanya.

Ia juga menekankan Taman Anak Sejahtera harus menjadi ruang yang aman dan inklusif.

Menurut dia, orang tua tetap dapat memantau maupun menjemput anak kapan saja, sehingga layanan tersebut tidak memutus hubungan anak dengan keluarganya.

Terkait dengan hal itu, Agung meminta Sentra Satria Baturraden sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos menyelenggarakan layanan TAS sesuai standar operasional yang sedang disusun Kemensos agar kualitas layanan terjaga sekaligus memperkuat fungsi rehabilitasi sosial.

Sementara itu, Kepala Sentra Satria Baturraden Darmanto mengatakan peluncuran TAS Prima Sesaba diikuti 100 anak dan 100 orang tua, 20 anak dan 20 orang tua di antaranya merupakan penerima manfaat TAS, sedangkan sisanya dari taman kanak-kanak maupun pendidikan anak usia dini di sekitar Baturraden.

Menurut dia, TAS Prima Sesaba saat ini melayani 20 anak dari keluarga desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam hal ini, kata dia, layanan TAS ditujukan bagi keluarga yang membutuhkan tempat pengasuhan anak yang aman selama orang tua bekerja.

"Anak-anak bisa dititipkan di sini ketika orang tua bekerja. Saat orang tua selesai bekerja, anak bisa dijemput kembali. Sejak mulai beroperasi pada 1 Juli 2026, layanan ini berjalan dengan baik," katanya.

Ia mengatakan bangunan TAS memanfaatkan gedung aula yang sempat digunakan sebagai gudang oleh Kementerian Pekerjaan Umum maupun Sentra Satria Baturraden saat sebagian bangunan UPT Kemensos tersebut digunakan untuk keperluan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas sebelum menempati gedung permanen di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang

Menurut dia, gedung aula tersebut selanjutnya direvitalisasi menjadi ruang ramah anak untuk penyelenggaraan TAS dengan kuota layanan pada tahap awal masih dibatasi 20 anak dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain TAS, Sentra Satria Baturraden juga tengah menyiapkan layanan penitipan warga lanjut usia (lansia) pada siang hari yang diberi nama sementara Talaslaba atau Taman Lansia Sejahtera Lahir Batin untuk membantu keluarga yang membutuhkan layanan pendampingan lansia selama jam kerja.

Darmanto mengharapkan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas ikut mensosialisasikan keberadaan TAS agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pengasuhan anak berbasis keluarga.

Baca juga: Banyumas gelar pasar murah

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.