Kemenpar upayakan kompleks Candi Prambanan jadi warisan budaya hidup - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengupayakan kompleks Candi Prambanan bisa menjadi warisan budaya yang hidup, antara lain dengan menjadikannya sebagai tujuan wisata religi serta tempat pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan maupun kebudayaan.
"Kita ingin semua orang tahu, semua orang mengerti, semua orang memahami, sehingga semua orang mencintai dan semua orang akhirnya turut merawat ruang atau tempat yang begitu indah, begitu agung Candi Prambanan," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Ia menyampaikan bahwa kompleks Candi Prambanan, yang berada di wilayah Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Klaten (Jawa Tengah), telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai situs warisan dunia pada 1991.
Dalam upaya untuk menjadikan Prambanan sebagai warisan budaya yang hidup, Prambanan Shiva Festival bertema "The Holy Month of Shiva for Spiritual, Peace and Harmony" akan dilaksanakan dari 6 Januari sampai 7 Maret 2027.
Rangkaian kegiatan pariwisata berbasis budaya itu, menurut Ni Luh, diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan serta mengajak wisatawan menjaga kelestarian warisan budaya.
"Ini menjadi hal yang penting untuk memastikan seluruh kegiatan menghormati, melindungi kawasan candi, dan juga menjaga kenyamanan umat dan juga wisatawan," katanya.
"Kita berharap setiap pengunjung memperoleh pengalaman yang berkesan, sekaligus pemahaman dan penghormatan yang lebih dalam terhadap Candi Prambanan," katanya.
Harapannya, Prambanan Shiva Festival 2027 juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan Candi Prambanan sebagai tujuan wisata religi unggulan Yogyakarta.
Baca juga: Prabowo: Candi Prambanan merupakan simbol kuatnya hubungan peradaban Indonesia-India
Ni Luh menyampaikan bahwa menurut Global Wellness Economy Monitor 2025 para wisatawan lebih berminat pada pengalaman yang mendekatkan pada alam, budaya, dan masyarakat lokal.
Menurut dia, Indonesia berpotensi mengembangkan layanan wisata religi sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman bermakna bagi wisatawan.
Kolaborasi penyelenggara layanan, pengelola destinasi, pelaku industri, dan masyarakat setempat untuk menghadirkan pengalaman wisata yang mengesankan dapat menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi-destinasi wisata Indonesia.
Menurut data pemerintah, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 angka perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta atau meningkat 4,29 persen dari tahun lalu.
Angka kunjungan wisatawan mancanegara selama periode itu mencapai 10,58 juta kunjungan atau naik 5,38 persen dibandingkan pada kurun yang sama tahun 2025.
Peningkatan angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke daerah-daerah tujuan wisata diharapkan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah destinasi pariwisata Indonesia.
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.