gop-crypto.vip

Kemenkeu: Dukungan APBN untuk ketahanan pangan Jatim capai Rp880,25 M

APBN di Jawa Timur juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan yang telah mencapai Rp880,25 miliar

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur Saiful Islam menyatakan dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk ketahanan pangan Jatim terealisasi Rp880,5 miliar hingga Agustus 2026.

"APBN di Jawa Timur juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan yang telah mencapai Rp880,25 miliar," katanya dalam media briefing di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Saiful menyebutkan realisasi anggaran ketahanan pangan ini antara lain untuk peningkatan produksi tanaman pangan Rp360,55 miliar, pembangunan dan rehabilitasi irigasi Rp209,47 miliar, pembangunan dan rehabilitasi bendungan Rp198,9 miliar, replanting perkebunan rakyat Rp108,05 miliar.dan cetak sawah Rp3,28 miliar.

Realisasi belanja pemerintah terbesar yakni peningkatan produksi tanaman pangan sebesar Rp360,55 miliar, serta pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi dan bendungan senilai Rp408,37 miliar berperan penting dalam menjamin ketersediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga: Kemenkeu Jatim sita 284,01 juta rokok ilegal dari 1.568 penindakan

Baca juga: Kemenkeu catat belanja negara di Jatim Rp85,41 triliun hingga Agustus

"Belanja perkebunan rakyat dan kegiatan cetak sawah menopang ketahanan pangan dan kapasitas produksi pertanian Jawa Timur dalam jangka panjang," ujarnya.

Indeks Ketahanan Pangan Jawa Timur sendiri pada 2025 sebesar 72,67 atau naik 1,64 poin dari 2024 yang sebesar 71,03.

Capaian IKP Jatim tersebut berada pada kategori tahan pangan yang mencerminkan kemampuan daerah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan.

Dalam hal ini, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Gresik telah mencapai kategori sangat tahan sehingga mencerminkan kinerja ketahanan pangan yang lebih unggul dibandingkan wilayah lainnya.

"Sedangkan sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur berada pada kategori tahan pangan," kata Saiful.

Sementara itu, beberapa daerah masih berada pada kategori agak tahan terutama di wilayah Madura serta beberapa daerah tapal kuda sehingga diperlukan penguatan akses, ketersediaan dan pemanfaatan pangan untuk mengurangi kesenjangan ketahanan pangan antarwilayah.

Baca juga: Kemenkeu sebut program MBG jangkau 9,02 juta penerima manfaat di Jatim

Baca juga: Kemenkeu belanjakan Rp2,84 triliun untuk Sekolah Rakyat Jatim

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.