Kemenhut laporkan tangani 290 ekor satwa liar terdampak karhutla
Kemenhut laporkan tangani 290 ekor satwa liar terdampak karhutla
Selasa, 13 Oktober 2026 14:34 WIB
Induk orang utan dipeluk anaknya saat mendapat bantuan oksigen saat dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026). Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan YIARI menyelamatkan induk beserta anak orang utan yang ditemukan bertahan di pohon akasia pada lahan seluas sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit, tanpa sumber pakan, dan terdampak kebakaran hutan, untuk selanjutnya menjalani perawatan medis. ANTARA FOTO/HO/YIARI/Heribertus Suciadi/tom.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan melaporkan telah menangani sebanyak 290 individu satwa liar yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai dengan 8 Oktober 2026, dengan sebanyak 272 satwa terdampak berada di empat provinsi di Kalimantan.
"Mengenai satwa, berdasarkan rekap Kemenhut hingga 8 Oktober 2026, tercatat 290 individu satwa liar secara nasional dalam penanganan terkait bencana. Dari jumlah tersebut, 272 individu tercatat dalam penanganan BKSDA di empat provinsi Kalimantan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dikonfirmasi dari Jakarta pada Selasa.
Ristianto menjelaskan bahwa angka tersebut juga mencatat penanganan terhadap 96 individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Dengan di Kalimantan Tengah penanganannya meliputi 25 individu orangutan.
Jumlah tersebut merupakan data penanganan di Kalimantan Tengah secara keseluruhan, bukan jumlah orangutan yang terdampak langsung di Taman Nasional Tanjung Puting, di mana saat ini tengah dilaksanakan operasi pemadaman karhutla.
"Penanganan satwa mulai dari evakuasi atau rescue, penggiringan menuju habitat yang lebih aman, translokasi, hingga perawatan dan rehabilitasi," ujar Ristianto.
Dia memastikan pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman karhutla di lokasi terdampak. Khusus di Tanjung Puting, akan dilakukan mobilisasi penambahan petugas termasuk dari TNI dan Polri.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah mengerahkan 60 ribu lebih personel gabungan untuk melakukan operasi pemadaman karhutla via darat di beberapa daerah khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Senin (12/10) malam, menjelaskan laporan mengenai jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla diterima oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.
Laporan yang disampaikan kepada Presiden itu, di antaranya pemadaman masih berlangsung di lahan dengan luas total 639 hektare di enam provinsi, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026