gop-crypto.vip

Kemendag Usul Tambahan Anggaran Rp1,86 Triliun untuk 2027

Esha Tri Wahyuni

| 17 September 2026, 18:37 WIB

Kemendag Usul Tambahan Anggaran Rp1,86 Triliun untuk 2027

Kemendag mengusulkan tambahan anggaran Rp1,86 triliun untuk 2027. Dana terbesar diarahkan untuk pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat. - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengusulkan tambahan anggaran Rp1,86 triliun untuk 2027.

Sebagian besar tambahan dana tersebut akan diarahkan untuk pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat, termasuk pemulihan pasar yang terdampak bencana di Sumatera.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, usulan tambahan anggaran tersebut diajukan setelah Kemendag melakukan optimalisasi terhadap pagu anggaran 2027 yang telah ditetapkan sebesar Rp1,56 triliun.

"Setelah dilakukan optimalisasi terhadap pagu anggaran tahun anggaran 2027, masih terdapat sejumlah kebutuhan strategis yang belum dapat terakomodasi," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Perdagangan RI-Malaysia Tumbuh 21 Persen, Kemendag Genjot Transaksi di Perbatasan Entikong-Tedebu

Dari total tambahan anggaran Rp1,86 triliun, alokasi terbesar mencapai Rp1,2 triliun untuk pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat.

Selain itu, Kemendag mengusulkan Rp344,13 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan atau revitalisasi 56 pasar rakyat.

Jika digabung, kebutuhan pembangunan, revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasar rakyat mencapai sekitar Rp1,54 triliun dari total usulan tambahan anggaran Kemendag.

Budi mengatakan tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperbesar kontribusi sektor perdagangan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Kadin-Kemendag Perkuat Ekosistem Ekspor, Bidik Lebih Banyak Eksportir Baru

"Kebutuhan tersebut diperlukan untuk memperbesar daya ungkit sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi, memperkuat pemulihan dan aktivitas ekonomi masyarakat, mendorong transformasi digital perdagangan, serta memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar global," ujarnya.