gop-crypto.vip

Kemenag Rejang Lebong tingkatkan kapasitas kepala madrasah dan guru - ANTARA News Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meningkatkan kapasitas para kepala madrasah dan guru melalui Lokakarya Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Kepala Kemenag Rejang Lebong Rahman Umar di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan KBC yang diberlakukan Kementerian Agama bukanlah kurikulum baru pengganti yang sudah ada, melainkan pendekatan pendidikan untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

"Salah satu upaya meningkatkan kapasitas kepala madrasah, kepala raudhatul athfal atau RA, dan para guru dalam memahami konsep, filosofi, serta strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan ialah melalui Workshop Iplementasi Kurikulum Berbasis Cinta," kata dia.

Dia menjelaskan kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Juli 2026 tersebut bertujuan mengembalikan dimensi kemanusiaan dan kasih sayang dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, empati, kepedulian, dan akhlak mulia peserta didik.

Penerapan nilai-nilai cinta, toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta sikap saling menghormati, kata dia, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif.

"Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu bersaing di tingkat global," ujarnya.

Melalui pelatihan ini, dia berharap, para pendidik dan kepala sekolah dapat memahami filosofi kasih sayang dalam pendidikan, menyelaraskan praktik pembelajaran dengan nilai kemanusiaan, serta meningkatkan kompetensi dalam menyusun modul ajar berorientasi karakter.

Pada kegiatan itu selain menerima materi dari para narasumber, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan berbagi praktik baik antar-pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.

"Kami berharap workshop ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, ramah, dan inklusif demi melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global," demikian Rahman.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.