Kemenag dan Rutan Palu kerja sama pembinaan keagamaan warga binaan
Kemenag dan Rutan Palu kerja sama pembinaan keagamaan warga binaan
Kamis, 17 September 2026 18:32 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu Ahmad Hasni dan Kepala Rutan Kelas IIA Palu Wachid Kurniawan Budi Santoso menandatangani MoU penguatan layanan pembinaan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan di Palu, Kamis (17/9/2026). ANTARA/HO-Humas Kemenag Kota Palu
Palu (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Palu, Sulawesi Tengah memperkuat kerja sama dalam pembinaan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Kerja sama ini pada dasarnya merupakan penguatan dari sinergi yang selama ini sudah berjalan antara Kementerian Agama Kota Palu dan Rutan Kelas II A Palu,” kata Kepala Kemenag Kota Palu Ahmad Hasni di Palu, Kamis.
Kepala Kemenag Kota Palu Ahmad Hasni bersama Kepala Rutan Kelas II A Palu Wachid Kurniawan Budi Santoso menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembinaan dan penyuluhan keagamaan bagi WBP.
Ia mengatakan melalui kerja sama tersebut, pelayanan dan pembinaan keagamaan yang selama ini dilakukan oleh penyuluh agama di Rutan Kelas II A Palu dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin agar pelayanan tersebut semakin terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan pelayanan keagamaan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di rumah tahanan.
Menurut dia, pendampingan keagamaan diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual dan motivasi kepada warga binaan untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II A Palu Wachid Kurniawan Budi Santoso menyambut baik penguatan kerja sama dengan Kemenag Kota Palu tersebut.
“Kehadiran para penyuluh agama menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam memberikan penguatan mental, spiritual, dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga mendukung pembinaan mental, spiritual, dan karakter warga binaan.
Melalui pendampingan penyuluh agama, kata dia, warga binaan diharapkan memiliki ruang untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mempersiapkan diri kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026