Kemdiktisaintek siapkan program kampus bantu pemulihan pascagempa NTT
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan Program Mahasiswa Berdampak bertajuk Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa) untuk mendukung penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi kepedulian dan gerak cepat mahasiswa, BEM, serta seluruh sivitas akademika, khususnya dari Universitas Nusa Cendana (Undana) serta Universitas Mataram (Unram) yang bergerak langsung ke lokasi terdampak untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan pengetahuan, solidaritas, dan solusi ketika masyarakat membutuhkan.
"Mahasiswa Undana dan Unram telah turun langsung membantu masyarakat di lokasi terdampak. Ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong sekaligus pembelajaran yang sesungguhnya. Kampus harus hadir, bergerak, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.
Menteri Brian menjelaskan pihaknya akan memperkuat dan mengoordinasikan keterlibatan perguruan tinggi serta mahasiswa dalam penanganan hingga pemulihan pascabencana melalui program Aksara Mahasiswa.
Ia menjelaskan seluruh kampus dan mahasiswa dapat mengambil peran sesuai dengan kepakaran, kapasitas, dan kebutuhan di lapangan.
Kontribusi tersebut antara lain meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, layanan kesehatan, dukungan psikososial dan pemulihan trauma, pendataan dampak bencana, edukasi kebencanaan, hingga pendampingan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
"Setiap perguruan tinggi memiliki kepakaran dan sumber daya yang dapat digerakkan. Ada yang kuat dalam bidang kesehatan, psikologi, teknik, pendidikan, kebencanaan, maupun pemberdayaan masyarakat. Melalui Aksara Mahasiswa, seluruh kekuatan tersebut akan kita sinergikan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan," ujar Mendiktisaintek.
Brian menyebut program ini juga sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab persoalan nyata.
Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait dengan tetap mengutamakan keselamatan relawan mahasiswa.
Terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.
Baca juga: Baznas RI mobilisasi bantuan untuk korban gempa bumi M7,7 di NTT
Baca juga: Menkes pastikan operasi berjalan meski RSUD Ruteng terdampak gempa NTT
Baca juga: Anggota DPR minta bantuan gempa NTT disalurkan merata
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.