gop-crypto.vip

KEK Sumut Didorong Jadi Gerbang Integrasi Ekonomi IMT-GT

AKURAT.CO Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) diarahkan tidak hanya menjadi forum koordinasi antar pemerintah, tetapi juga untuk mempercepat pengembangan proyek strategis di kawasan.

Salah satu yang didorong adalah pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di tiga negara anggota.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, keberadaan KEK di Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi bagian dari penguatan integrasi ekonomi kawasan.

Baca Juga: Cara Melaksanakan Salat Istisqa, Dilakukan saat Kekeringan Air

"Ini didorong percepatan daripada proyek-proyek strategis di kawasan. Salah satunya kita lihat dari berbagai negara mempersiapkan special economic zone (kawasan ekonomi khusus), baik itu Malaysia, Thailand maupun Indonesia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut Airlangga, Sumatera Utara memiliki posisi yang penting dalam pengembangan kerja sama IMT-GT.

Karena itu, pengembangan KEK di wilayah tersebut diharapkan dapat semakin ditingkatkan sehingga mendukung integrasi ekonomi dengan Malaysia dan Thailand.

"Oleh karena itu, saya berharap bahwa special economic zone yang ada di Sumatera Utara juga bisa meningkat, karena ini menjadi integrasi kerja sama di kawasan ini," ujarnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan pembahasan dalam IMT-GT yang mencakup sejumlah peluang kerja sama lintas negara. Selain pengembangan kawasan ekonomi, sektor energi baru terbarukan dan konektivitas juga menjadi bagian dari peluang yang dapat dikembangkan.

Malaysia Perkuat Energi Baru Terbarukan

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir mengatakan, salah satu sektor yang memiliki peluang untuk diperkuat adalah energi baru terbarukan.

Kerja sama tersebut, kata dia, termasuk penguatan rencana Jaringan Listrik ASEAN atau ASEAN Power Grid yang ditujukan sebagai jaringan listrik regional di Asia Tenggara.

=====

Selain energi, peningkatan konektivitas antarkawasan juga dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi ketiga negara.

Kedekatan geografis Indonesia dengan Malaysia dan Thailand menjadi salah satu faktor yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kerja sama tersebut.

"Malah saya sempat berjenaka dengan Pak Menteri (Airlangga), kalau ke Medan dari Kuala Lumpur itu hanya satu jam, tapi kalau ke Jakarta dua jam. Itu menunjukkan betapa pentingnya kedekatan geografis kita digunakan dengan sebaik mungkin," kata Akmal.

Konektivitas tersebut menjadi relevan bagi pengembangan proyek strategis di kawasan karena kerja sama ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan perdagangan dan investasi, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan antarwilayah.

Dalam konteks itu, Sumatera Utara memiliki posisi yang diperhatikan dalam kerja sama IMT-GT.

Pemerintah Indonesia mendorong agar KEK di wilayah tersebut dapat berkembang sekaligus menjadi bagian dari integrasi ekonomi yang lebih luas dengan negara anggota lainnya.

Partisipasi Thailand dalam IMT-GT

Sementara itu, Thailand menyatakan komitmennya untuk terus terlibat dalam forum IMT-GT. Wakil Menteri pada Kantor Perdana Menteri Thailand, Thanadit Raktabutr mengatakan, negaranya membawa 71 pejabat senior untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Medan.

"Thailand merasa sangat terhormat berada di sini dan sangat senang berpartisipasi dalam IMT-GT. Kami membawa 71 pejabat senior, termasuk saya sendiri dan seluruh delegasi pejabat pemerintah menghadiri acara yang sangat terhormat ini," ujarnya.

Thanadit mengatakan pertemuan IMT-GT selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada 2027. Setelah itu, Thailand akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri IMT-GT pada 2028. "Kami juga jadi tuan rumah pertemuan berikutnya, karena Thailand akan menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2028," kata Thanadit.

Dengan demikian, pembahasan IMT-GT tidak hanya berkaitan dengan pertemuan antarpemerintah, tetapi juga diarahkan pada pengembangan proyek yang dapat memperkuat keterhubungan ekonomi kawasan.