Kejurnas Berkuda Memanah III di Bogor jadi ajang pembinaan atlet menuju PON 2028 - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi ajang mengukur pembinaan atlet menjelang cabang olahraga tersebut untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 NTT-NTB.
Ketua Umum Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano di Bogor, Sabtu, mengatakan kejurnas yang berlangsung pada 17-20 September 2026 itu diikuti 98 atlet dari 13 provinsi dengan mempertandingkan 14 nomor.
"Ini adalah tahun kedua menjelang tahun ketiga Pordasi Berkuda Memanah bertransformasi dalam menghadapi PON 2028 yang sudah ditetapkan bahwa untuk berkuda memanah dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat," kata Triwatty.
Menurut dia, PON 2028 menjadi momentum penting bagi perkembangan berkuda memanah di Indonesia karena cabang olahraga tersebut untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional.
Arena pertandingan berkuda memanah PON 2028, kata dia, direncanakan dibangun di Desa Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, dengan sarana dan prasarana berstandar internasional.
Triwatty mengapresiasi perkembangan kualitas atlet yang terlihat dalam Kejurnas Berkuda Memanah III. Peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari kemampuan atlet, tetapi juga kualitas ofisial dan penyelenggaraan pertandingan.
"Sangat membanggakan. Saya mengapresiasi seluruh ketua provinsi yang telah membina para atletnya di masing-masing provinsi," ujarnya.
Ia berharap kualitas penyelenggaraan kejurnas tersebut menjadi standar minimum dalam setiap kompetisi berkuda memanah di Indonesia.
Kejurnas Berkuda Memanah III Tahun 2026 di Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Ciampea, Kabupaten Bogor, secara resmi dibuka Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman pada Sabtu.
Marciano mengatakan kejurnas menjadi bagian dari pembinaan olahraga prestasi sekaligus sarana mengevaluasi proses pembinaan atlet yang dilakukan masing-masing daerah.
"Prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus didukung dengan pembinaan serta kompetisi yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan," kata Marciano.
Menurut dia, sebagian peserta kejurnas merupakan atlet usia muda yang diharapkan dapat berkembang hingga mewakili Indonesia dalam kejuaraan internasional.
Dalam rangkaian kejurnas tersebut, KONI juga melepas atlet Indonesia yang akan berlaga pada dua kejuaraan internasional.
Tio Fawaz Ananta dari NTB, Dzaakir Alhanif dan Arsa Wening dari DKI Jakarta, serta G Syauqi Syahid dari Jawa Tengah dijadwalkan mengikuti IHAA Greater Asian Championship di Moskow, Rusia, pada 25-27 September 2026.
Sementara Rayyan Abdul Karim, Daniel Azmi, dan Arsa Wening akan mewakili Indonesia pada IHAA Oceania Regional Championship di Tarago Showground, Australia, pada 16-18 Oktober 2026.
Triwatty mengatakan keikutsertaan atlet pada berbagai kompetisi internasional juga menjadi bagian dari upaya Pordasi Berkuda Memanah memperluas pengalaman bertanding sekaligus mendorong cabang olahraga tersebut mendapat kesempatan tampil sebagai ekshibisi pada Olimpiade Brisbane 2032.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.