gop-crypto.vip

Keamanan pangan perlu diperhatikan sejak proses produksi

Jakarta (ANTARA) - Keamanan pangan pada produk makanan olahan perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga penyimpanan sebelum produk dikonsumsi masyarakat.

"Bahan bakunya harus benar, kemudian prosesnya harus benar, baru bisa menghasilkan produk yang baik," kata CEO Consumer Food Cimory Group Axel Sutantio dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Ketepatan bahan baku dan proses produksi menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk makanan olahan yang baik.

Bahan baku yang digunakan perlu sesuai dengan standar produk yang ingin dihasilkan. Misalnya, dalam produk berbasis daging, jenis dan kualitas daging menjadi salah satu aspek yang menentukan karakter produk akhir.

Baca juga: BPOM perkuat keamanan kemasan pangan, cegah migrasi zat kimia

Perkembangan teknologi pangan memungkinkan produsen menjaga keamanan dan kualitas makanan melalui pengendalian suhu, proses pemasakan, pembekuan, serta penyimpanan yang semakin presisi.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah individual quick freezing (IQF). Setelah matang, produk dibekukan dengan cepat sehingga suhu produk turun dalam waktu relatif singkat dibandingkan metode pembekuan konvensional.

Pembekuan cepat membantu produk melewati rentang suhu yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dengan lebih cepat sehingga aspek higienis dan kesehatan tetap dipertahankan.

Pada saat yang sama, proses pembekuan cepat menghasilkan kristal es berukuran lebih kecil sehingga dapat membantu menjaga karakteristik tekstur produk dibandingkan proses pembekuan yang berlangsung lebih lambat.

Teknologi tersebut menunjukkan bahwa daya simpan makanan tidak hanya bergantung pada satu pendekatan. Pengendalian suhu dan rantai dingin (cold chain) juga dapat berperan dalam menjaga produk selama distribusi dan penyimpanan.

"Kita percaya kalau cepat busuk itu lebih baik. Artinya, memang tidak memakai pengawet," ujar Axel.

Dia mengatakan kontrol terhadap bahan baku, proses produksi, dan penyimpanan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk.

Dalam memahami makanan olahan, konsumen juga dapat memperhatikan komposisi produk, informasi nilai gizi, porsi konsumsi, serta bagaimana produk tersebut menjadi bagian dari keseluruhan pola makan sehari-hari. Selain produk, konsumen juga dapat melihat informasi mengenai produsennya, seperti perizinan, sertifikasi yang relevan, pencantuman nilai gizi, hingga instruksi konsumsi.

Baca juga: GAPMMI tekankan anggotanya jaga standar keamanan pangan

Baca juga: Menbud: Edukasi pangan aman berbahasa daerah pendekatan yang inovatif

Baca juga: Jaksel pastikan produk pangan di pasar tradisional aman dikonsumsi

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.