KBRI Alger kenalkan Indonesia lewat sate ayam, ratusan warga Aljazair antusias cicipi kuliner nusantara
"Sate ayam dipilih karena memiliki kemiripan dengan hidangan populer Aljazair, yakni brochette. Kesamaan ini menjadi pintu masuk yang baik untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia melalui bumbu kacang yang khas,"
Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Alger memulai strategi diplomasi publik dengan cara yang menggugah selera. Melalui program "Taste of Indonesia", KBRI membagikan ratusan porsi sate ayam gratis kepada masyarakat Aljazair sebagai upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mempererat hubungan kedua negara.
Peluncuran program yang digelar di lingkungan KBRI Alger, Jumat (17/7), mendapat sambutan hangat. Ratusan porsi sate ayam ludes diserbu warga yang penasaran mencicipi salah satu kuliner khas Indonesia tersebut.
Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron B. Ambary, mengatakan program "Taste of Indonesia" menjadi inisiatif gastrodiplomasi untuk mendekatkan Indonesia kepada masyarakat Aljazair melalui makanan, yang dinilai sebagai bahasa universal lintas budaya.
"Sate ayam dipilih karena memiliki kemiripan dengan hidangan populer Aljazair, yakni brochette. Kesamaan ini menjadi pintu masuk yang baik untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia melalui bumbu kacang yang khas," kata Yusron.
Menurut dia, meski sama-sama berupa daging ayam yang ditusuk dan dipanggang di atas bara, sate ayam Indonesia menawarkan pengalaman rasa yang berbeda berkat perpaduan bumbu kacang yang gurih, manis, dan sedikit pedas.
Strategi tersebut terbukti efektif. Banyak warga Aljazair mengaku terkesan dengan cita rasa sate ayam Indonesia yang mereka nilai unik dibandingkan dengan brochette yang biasa mereka konsumsi.
Selain meluncurkan program kuliner, KBRI Alger juga menggelar media gathering bersama sejumlah media lokal. Dalam kesempatan itu, Yusron menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Aljazair di bidang politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
Ia mengungkapkan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Komunitas Nasional di Luar Negeri, dan Urusan Afrika Aljazair, Ahmed Attaf, pada 13 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, Yusron menyampaikan apresiasi atas pemberian agrément bagi penugasannya sebagai Duta Besar RI serta sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di Aljazair.
"Saya berkomitmen untuk semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Aljazair di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya sehingga kedua negara dapat memanfaatkan potensi besar yang dimiliki untuk kesejahteraan bersama," ujarnya.
KBRI Alger juga telah menyiapkan sejumlah agenda diplomasi budaya dalam waktu dekat. Pada 22 Juli 2026 akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Comité National Pencak Silat Algeria (CNPSA) untuk memperkuat kerja sama budaya dan olahraga sekaligus mempromosikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Selanjutnya, pada 24 Juli 2026, KBRI akan menghadirkan Corner di Jungle Restaurant, Garden City Mall, yang menampilkan aneka kuliner, budaya, dan keramahan Indonesia kepada masyarakat Aljazair.
Menutup rangkaian kegiatan, Duta Besar Yusron mengapresiasi dukungan media Aljazair dalam mempublikasikan hubungan kedua negara.
"Media merupakan mitra strategis dalam mempererat hubungan Indonesia dan Aljazair. Kami berharap semakin banyak masyarakat Aljazair mengenal Indonesia dan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama," katanya.
Pewarta : Pewarta Antara
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026