gop-crypto.vip

Kasus pneumonia mulai naik saat udara Kalbar memburuk - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - RSUD dr Soedarso Kalimantan Barat mencatat kecenderungan peningkatan kasus pneumonia dalam lima pekan terakhir seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah di provinsi itu.

"Kalau kita lihat perkembangan lima minggu terakhir ini memang kalau angka ISPA-nya sendiri yang ditangani di rumah sakit Soedarso tidak terjadi peningkatan, biasa saja, tetapi pneumonia ini memang ada sedikit kecenderungan meningkat," kata Direktur Utama RSUD dr Soedarso Hary Agung Cahyadi di Pontianak, Minggu.

Dia mengatakan peningkatan tersebut berbeda dengan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang ditangani rumah sakit karena masih relatif stabil.

Menurut dia, kualitas udara yang kurang baik dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki masalah atau penyakit pada saluran pernapasan.

Ia menjelaskan ISPA yang berlanjut dan berkembang menjadi kondisi lebih berat dapat menyebabkan pneumonia sehingga pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit.

"Infeksi saluran pernapasan yang berlanjut dan menjadi akut dapat berkembang menjadi pneumonia sehingga pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit," tuturnya.

Hary mengatakan jumlah pasien yang ditangani RSUD dr Soedarso juga dipengaruhi pola rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik.

Saat ini, RSUD dr Soedarso masih memiliki ruang rawat infeksius untuk menangani pasien dengan penyakit menular, termasuk tuberkulosis dan pneumonia. Rumah sakit belum memerlukan penambahan tempat tidur karena kondisi pasien gangguan pernapasan masih relatif terkendali.

"Yang penting semuanya harus punya kesiapan untuk memberikan penanganan dengan baik," katanya.

Ia menambahkan kasus ISPA pada umumnya dapat terlebih dahulu ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun, fasilitas kesehatan perlu memastikan kesiapan obat-obatan, penanganan kegawatdaruratan, dan ketersediaan oksigen selama kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Untuk masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki risiko gangguan pernapasan, Hary mengingatkan agar menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

"Untuk masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki risiko gangguan pernapasan, diharapkan untuk menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah pada waktu ketika kualitas udara memburuk," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia Lucinda
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.