Kasus Pelecehan Seksual Red Sparks Memanas, Netizen Korea Ramai-Ramai Hujat Permintaan Maaf Klub
Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:04 WIB
VIVA – Permintaan maaf resmi yang dikeluarkan Jung Kwan Jang Red Sparks terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu staf pelatih justru memicu gelombang kritik dari publik Korea Selatan.
Baca Juga
Alih-alih meredam polemik, pernyataan klub dinilai memperburuk situasi karena dianggap tidak menunjukkan penyesalan yang tulus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus ini mencuat setelah berbagai laporan media mengungkap bahwa klub yang menjadi sorotan dalam dugaan pelecehan seksual di V-League adalah Jung Kwan Jang Red Sparks.
Baca Juga
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin.
Photo :
- KOVO
Insiden tersebut diduga terjadi saat acara makan malam tim pada Januari lalu, ketika seorang asisten pelatih yang disebut sebagai Pelatih A diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain.
Baca Juga
Meski klub akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi, banyak penggemar menilai isi permintaan maaf tersebut jauh dari harapan.
Di komunitas voli Korea, surat pernyataan itu bahkan disebut sebagai "permintaan maaf empat bagian", istilah yang digunakan untuk menggambarkan permintaan maaf yang dianggap tidak tulus dan sekadar formalitas.
Kemarahan publik pun terus meluas. Sejumlah penggemar bahkan mengumumkan rencana mengajukan petisi kepada tiga kementerian di Korea Selatan, yakni Kementerian Kehakiman, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, serta Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga.
Menurut mereka, kelemahan permintaan maaf tersebut sangat jelas.
Pernyataan resmi klub dinilai tidak menjelaskan secara rinci tindakan apa yang sebenarnya terjadi, tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pemain yang menjadi korban maupun atlet lainnya, serta tidak memaparkan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Banyak penggemar juga menyoroti panjang pernyataan yang hanya sekitar 360 karakter.
Mereka menilai isi tersebut sama sekali tidak mencerminkan keseriusan sebuah kasus pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu kritik yang ramai beredar berbunyi:
"Saya mengubah 'permintaan maaf kontroversial' Jung Kwan Jang menjadi teks. Termasuk judul dan tanggal, permintaan maaf tersebut sepanjang 360 karakter. Tidak mungkin semua isi tersebut muat dalam 360 karakter. Jika mereka benar-benar bermaksud meminta maaf dan telah mempertimbangkan masalah ini dengan cermat, bukankah teksnya seharusnya setidaknya tiga hingga empat kali lebih panjang?"
Halaman Selanjutnya
Banyak pihak akhirnya menyimpulkan bahwa surat tersebut hanyalah "permintaan maaf setengah hati yang dibuat di bawah tekanan."