gop-crypto.vip

Karhutla sempat sebabkan penerbangan ke Bandara Haji Asan Sampit tertunda

Karhutla sempat sebabkan penerbangan ke Bandara Haji Asan Sampit tertunda

Senin, 27 Juli 2026 20:08 WIB

Image Print

Dokumentasi - Pesawat dari Super Air Jet saat lepas landas dari Bandara Haji Asan Sampit beberapa waktu lalu. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai berdampak pada aktivitas penerbangan di wilayah setempat hingga menyebabkan penundaan atau delay selama sekitar dua jam.

“Pekan lalu sempat terjadi delay karena ada karhutla di wilayah Lingkar Utara. Kebakaran itu berada di sekitar jalur manuver landing, di runway 13, sehingga harus dipadamkan terlebih dahulu agar pesawat bisa mendarat dengan aman,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu dan melibatkan pesawat Super Air Jet yang hendak terbang dari Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta menuju Bandara Haji Asan Sampit.

Menurut informasi yang ia terima, saat itu pesawat masih berada di Jakarta dan belum diberangkatkan karena AirNav mendeteksi kepulan asap tebal di sekitar runway 13 yang menjadi lintasan pendekatan pesawat menuju Bandara Haji Asan Sampit.

“AirNav di Sampit berkoordinasi dengan AirNav Jakarta. Karena kondisi di jalur pendaratan belum aman, pesawat ditahan dulu keberangkatannya sampai proses pemadaman selesai dilakukan,” ujarnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Dinas Perhubungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur segera bergerak melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.

Upaya penanganan cepat tersebut berhasil mengendalikan api sehingga kepulan asap tidak lagi mengganggu jalur penerbangan dan pesawat akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Sampit.

“Alhamdulillah penanganannya cepat sehingga tidak sampai meluas. Delay hanya sekitar dua jam dan tidak sampai terjadi pembatalan penerbangan,” lanjutnya.

Raihansyah menegaskan, hingga saat ini belum ada penerbangan yang dibatalkan akibat kabut asap maupun karhutla. Gangguan yang terjadi masih sebatas penyesuaian jadwal terbang mengikuti kondisi keselamatan penerbangan.

Ia menambahkan, kabut asap secara umum juga belum berdampak terhadap jarak pandang penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit karena jadwal penerbangan reguler saat ini mayoritas berlangsung pada siang hari ketika visibilitas masih berada pada batas aman.

Meski begitu, Raihansyah mengingatkan ancaman karhutla tidak boleh dianggap sepele karena apabila kebakaran terus berulang dan meluas, dampaknya dapat mengganggu operasional transportasi udara dalam skala yang lebih besar.

“Saya khawatir kalau tidak kita jaga bersama, ke depan bukan hanya penundaan beberapa jam, tetapi bisa sampai satu hari bahkan dua atau tiga hari. Itu tentu sangat merugikan masyarakat yang akan bepergian ke Jakarta, Surabaya maupun daerah lainnya,” tuturnya.

Selain berdampak terhadap mobilitas masyarakat, gangguan penerbangan akibat karhutla juga dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Oleh sebab itu, Raihansyah mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Mari kita jaga bersama. Jangan membakar hutan dan lahan. Kalau melihat api kecil segera padamkan atau laporkan agar bisa cepat ditangani. Pencegahan adalah langkah terbaik agar aktivitas penerbangan tetap aman dan masyarakat tidak dirugikan,” demikian Raihansyah.

Baca juga: Komisi II DPRD Kotim panggil PLN minta penjelasan terulangnya pemadaman bergilir

Baca juga: PT Hutan Sawit Lestari libatkan akademisi dalam penyusunan PKB Ketenagakerjaan

Baca juga: Bulog: Kapuas dan Kotim daerah kontribusi terbesar serapan hasil pertanian padi

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.