gop-crypto.vip

Karhutla di Resor Sembalun TN Gunung Rinjani Berhasil Dikendalikan, Area Terdampak Diperkirakan 30 Hektare

Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan sejumlah unsur terkait berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Resor Sembalun, Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan api berhasil dikendalikan pada Sabtu, 8 Agustus sekitar pukul 01.30 WITA.

Berdasarkan pemeriksaan setelah penanganan, petugas tidak menemukan lagi titik api aktif di lokasi. Meski demikian, personel tetap melakukan mopping up atau penyisiran area sekaligus memadamkan sisa material yang masih berpotensi menimbulkan bara.

"Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang bergerak bersama di lapangan. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan mopping up tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” ujar Budhi, seperti dikutip ANTARA, Minggu, 9 Agustus.

Kebakaran tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat pada Jumat (7/8) sekitar pukul 16.48 WITA. Petugas Resor Sembalun bersama siswa PKL SKMA kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan laporan tersebut.

Hasil pengecekan menunjukkan terdapat tiga titik api yang masih aktif di kawasan Maletan. Petugas selanjutnya melakukan koordinasi dan mempersiapkan berbagai peralatan untuk proses pemadaman.

Sebanyak sekitar 22 personel terlibat dalam penanganan tahap awal. Mereka berasal dari Balai TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, masyarakat setempat, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA:


Dalam operasi tersebut, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian utama. Mengingat kondisi medan dan arah perkembangan api masih berubah-ubah, tim memutuskan menghentikan sementara kegiatan pada pukul 19.00 WITA dan kembali ke pos sesuai prosedur keselamatan pemadaman.

Dari hasil pengamatan sementara, kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Namun, luasan tersebut masih harus melalui proses verifikasi lebih lanjut. Jenis vegetasi yang terdampak terutama berupa semak, perdu, dan liana.

Perkembangan kondisi di lapangan turut dipantau menggunakan drone. Pada Jumat malam, upaya penanganan juga mendapat dukungan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur, Polsek Sembalun, dan Koramil Sembalun yang mengerahkan kendaraan pemadam.

Operasi kembali dilanjutkan pada Sabtu sekitar pukul 00.15 WITA. Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Lombok Timur bersama Kepala SPTN Wilayah II bergerak menuju lokasi kebakaran di kawasan Dalem Petung.

Dalam operasi lanjutan tersebut, sebanyak 35 personel dikerahkan. Mereka terdiri atas petugas Balai TNGR, Polres Lombok Timur, Polsek Sembalun, Balai Dalkarhut Seksi III Mataram, serta siswa PKL SKMA.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 01.30 WITA, api dinyatakan berhasil dikendalikan. Tim melakukan pengecekan ulang di area terdampak dan tidak menemukan titik api aktif. Penyisiran kemudian dilakukan untuk memastikan material sisa yang berpotensi terbakar kembali dapat segera dipadamkan.

Budhy Kurniawan turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang membantu proses pengendalian karhutla tersebut. Dukungan berasal dari Polres Lombok Timur, Polsek Sembalun, BPBD Lombok Timur, Balai Dalkarhut Seksi III Mataram, siswa PKL SKMA, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.

Balai TNGR menyatakan pemantauan terhadap kawasan bekas kebakaran akan tetap dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang tersisa. Dalam setiap tahapan penanganan, keselamatan dan kesehatan seluruh personel tetap menjadi prioritas.

Kemenhut juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran atau menemukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+