gop-crypto.vip

Karantina Kepri: Beras 25 ton asal Jakarta layak konsumsi

Karantina Kepri: Beras 25 ton asal Jakarta layak konsumsi

Rabu, 16 September 2026 13:11 WIB

Image Print

Petugas Karantina Kepri mengecek muatan komoditas beras yang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-Karantina Kepri)

Batam (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui Pos Pelayanan Pelabuhan di Kota Batam pastikan komoditas pangan yang masuk dalam keadaan aman dikonsumsi masyarakat dengan pengecekan terhadap pemasukan beras sebanyak 25 ton asal Jakarta.

“Karantina berkomitmen penuh dalam menjamin kelayakan komoditas pangan yang masuk ke Batam. Beras dan komoditas pangan lainnya wajib periksa Karantina sebelum dikonsumsi masyarakat,” ungkap Kepala Karantina Kepri Hasim dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

OPTK merupakan organisme yang dapat merusak dan mengganggu tumbuhan dan berpotensi menyebar melalui lalu lintas komoditas, seperti jamur, bakteri dan virus.

Hasim menjelaskan kebutuhan pangan Batam dipenuhi dari daerah lain termasuk untuk beras yang kemudian berasal dari Jakarta.

Sebagai kota industri, Batam memiliki keterbatasan wilayah dalam memproduksi pangan sehari-hari sehingga harus didatangkan dari beberapa daerah. Termasuk komoditas sayur, cabai dan hewan ternak.

Karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, pengawasan terhadap komoditas yang masuk menjadi bagian penting untuk memastikan setiap media pembawa telah memenuhi ketentuan karantina sebelum diedarkan dan dikonsumsi masyarakat.

Terdapat 9 Satuan Pelayanan dan 31 Pos tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap media pembawa yang akan dilalulintaskan.

Beberapa satuan pelayanan Karantina Kepri di Kota Batam misalnya seperti di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batu Ampar, serta Pelabuhan Telaga Punggur.

Karantina Kepri juga memiliki satuan pelayanan di kabupaten/kota lainnya seperti di Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun di Karimun, Pelabuhan Laut Sei Kolak Kijang dan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan.

“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap pangan yang akan dikonsumsi. Karantina mengajak semua stakeholder untuk melaporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan terhadap pemasukan komoditas pangan yang melalui jalur tidak resmi,” tutup Hasim.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.