Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dalam Kasus Karhutla, Apa Maksudnya?
Senin, 19 Oktober 2026 - 18:36 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut adanya keterlibatan pihak asing dalam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia.
Baca Juga
Menurut Kapolri, saat ini penyidik masih mendalami dan memilah pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengatakan keterlibatan pihak asing menjadi salah satu aspek yang tengah ditelusuri dalam proses penyidikan kasus karhutla.
Baca Juga
"Ini ada keterlibatan pihak asing ya, ada keterlibatan pihak asing. Namun, karena ini masih dalam proses penyidikan dan ini sedang kita pilah-pilah, mana yang terlibat pihak asing atau mana yang bukan pihak asing," ujar Suyudi saat memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta.
Namun demikian, ia belum bisa merinci identitas maupun bentuk keterlibatan pihak asing tersebut.
Baca Juga
Kapolri menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Yang jelas, saya sampaikan dalam kesempatan ini bahwa ada keterlibatan pihak asing. Ada negara tetangga," katanya.
Sebelumnya, Suyudi menyampaikan bahwa Bareskrim Polri telah menaikkan 98 laporan polisi terkait karhutla yang melibatkan korporasi ke tahap penyidikan.
Penyidik saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polri menyatakan penetapan tersangka saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Penetapan tersangka akan dilakukan setelah proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti memenuhi kebutuhan penanganan perkara. (Ant)
Tito Karnavian Bocorkan Penyebab Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Sulit Padam
Mendagri Tito Karnavian bocorkan penyebab kebakaran hutan & lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatra sulit padam. Kata dia, dua wilayah itu, terutama Sumatera
VIVA.co.id
19 Oktober 2026