Kapolda Kalsel pastikan seluruh unsur maritim bantu Kapal Virgo
Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memastikan seluruh unsur maritim kini fokus membantu proses pencarian dan pertolongan para korban dari insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
"Semuanya bergerak, TNI-Polri dan unsur maritim lainnya bergabung dengan Basarnas," kata dia di Banjarmasin, Minggu malam.
Yudha turun langsung ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mengecek proses evakuasi terhadap para korban selamat yang tiba.
Dia ingin memastikan petugas telah siap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh para korban.
"Saya juga perintahkan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara dan Bid Dokkes memperkuat layanan kesehatan, jika ada korban perlu dirujuk segera bawa ke rumah sakit," tegasnya.
Kapolda pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang telah bekerja keras dalam membantu proses pencarian dan pertolongan atas tenggelamnya Kapal Virgo yang membawa 243 penumpang dari Surabaya tujuan Banjarmasin.
Begitu juga sejumlah kapal dan nelayan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo telah membantu mengevakuasi para korban.
Dari data di Posko SAR Nasional yang didirikan Basarnas di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,
107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia telah ditemukan.
Sedangkan 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Adapun yang telah ditemukan antara lain dievakuasi TB TCP enam orang (satu selamat dan lima meninggal), dievakuasi TB Mauhaw IX 16 orang (15 selamat dan satu meninggal).
Kemudian dievakuasi MV Haida 69 orang semuanya dalam kondisi selamat serta dievakuasi KM Cahaya Bahari Jaya 22 orang dalam kondisi selamat.
Baca juga: Gubernur Kalsel perintahkan medis prioritas bagi korban Kapal Virgo
Baca juga: Ditpolairud Polda Kalsel kerahkan tiga kapal cari korban Kapal Virgo
Baca juga: Kapal Virgo miring akibat hantaman ombak di lambung kanan
Pewarta: Firman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.