Kapolda Bali ajak para pemimpin agama tangkal hoaks dan polarisasi sosial - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mendorong para pemimpin agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, serta polarisasi sosial.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda Bali saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Kingdom Leadership Conference di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Lembah Pujian Denpasar, Selasa.
Kapolda Bali mengatakan perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi membawa tantangan tersendiri bagi kehidupan masyarakat.
Kondisi tersebut membutuhkan peran para pemimpin untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan tidak mudah dipengaruhi informasi yang dapat memicu perpecahan.
Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk mengarahkan orang lain. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, melayani, membangun persatuan, serta menghadirkan solusi ketika masyarakat membutuhkan.
“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam kompetensi, tetapi juga kokoh dalam integritas, karakter, dan nilai-nilai moral,” kata Daniel.
Ia menilai pemimpin agama memiliki posisi strategis dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menjaga kerukunan. Nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, kepedulian, kejujuran, dan pelayanan dinilai dapat menjadi fondasi dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam konteks Bali, Daniel menyebut nilai tersebut dapat berjalan seiring dengan semangat menyama braya yang mengedepankan kebersamaan, saling menghormati, dan saling membantu.
“Indonesia, khususnya Bali, adalah rumah bersama. Bali bukan hanya milik satu kelompok, satu agama, atau satu komunitas. Bali adalah ruang kehidupan yang harus dijaga bersama dengan semangat menyama braya, saling menghormati, dan saling membantu,” ujarnya.
Karena itu, Kapolda mengajak para pemimpin gereja, tokoh agama, pemuda, dan seluruh jemaat tidak hanya menjadi pemimpin di lingkungan masing-masing. Mereka juga diharapkan menjadi pelopor perdamaian serta perekat persatuan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, tantangan kepemimpinan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan kompetensi, tetapi juga menyangkut integritas dan karakter. Pemimpin harus mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Saya berharap kegiatan Kingdom Leadership Conference ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas kepemimpinan secara pribadi, tetapi juga menghasilkan pemimpin-pemimpin yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemimpin yang mampu menjawab persoalan zaman. Pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
Daniel juga menegaskan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Polri.
Menurutnya, situasi keamanan yang aman dan kondusif hanya dapat diwujudkan melalui keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.