gop-crypto.vip

Kapan Gempa Megathrust Bakal Guncang Indonesia? Ini Kata Ahli

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia berada dalam wilayah tektonik aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat, termasuk megathrust. Lantas, kapan gempa akibat megathrust akan mengguncang Indonesia?

Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Supartoyo menyebut kejadian gempa bumi hingga saat ini belum dapat diramalkan. Meski, sejumlah metode yang mengarah ke sana telah diterapkan.

"Sebenarnya, kejadian gempa bumi hingga saat ini belum dapat diramalkan ya. Menyangkut kapan, di mana, dan berapa besar (guncangannya) itu belum terjawab dengan baik. Meskipun, beberapa metode yang mengarah ke sana sedang dilakukan, namun hasilnya belum menggembirakan," jelas Supartoyo melalui video yang diunggah oleh akun ESDM di Instagram, Minggu (27/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, para pakar dapat mengidentifikasi wilayah-wilayah rawan gempa bumi dan tsunami. Menurutnya, wilayah tersebut diidentifikasi sebagai Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) dan Kawasan Rawan Bencana Tsunami.

Dia turut menyebut Badan Geologi telah menerbitkan peta sebagai basis utama untuk melakukan upaya mitigasi maupun penataan ruang.

"Dengan peta-peta yang diterbitkan oleh Badan Geologi ini, sebagai basis utama untuk melakukan upaya-upaya mitigasi maupun penataan ruang," jelas Supartoyo.

Daryono, mantan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, sempat memperingatkan soal dua megathrust di Indonesia yang sudah lama tak melepaskan energinya. Namun begitu, belum ada ahli yang dapat memprediksi datangnya lindus imbas keterbatasan hingga akses geografis.

Menurut dia, ada dua zona megathrust di Indonesia yang sedang mengalami seismic gap, zona sumber gempa potensial namun belum pernah mengalami gempa besar dalam puluhan hingga ratusan tahun terakhir.

Ia menerangkan bahwa dua zona megathrust yang sedang mengalami seismic gap adalah Mentawai-Siberut dan zona megathrust Selat Sunda. Kedua zona ini terakhir kali gempa lebih dari ratusan tahun lalu.

Daryono saat itu menyebut bahwa zona ini tinggal menunggu waktu untuk 'pecah' dan mengakibatkan gempa besar hingga memicu tsunami.

Apa itu megathrust?

Supartoyo menjelaskan, megathrust merupakan suatu zona pertemuan antara dua lempeng tektonik yang berbeda jenis, ketika salah satu lempeng menujam ke bawah lempeng lainnya. Zona pertemuan ini berada pada kedalaman kurang dari 50 kilometer.

Supartoyo mengatakan gempa yang mengguncang Aceh di tahun 2024 dan Gempa di Pulau Nias pada tahun 2005 merupakan contoh gempa bumi yang bersumber dari zona megathrust.

Megathrust berasal dari kata "mega" dan "thrust", artinya patahan naik. Istilah ini merujuk pada sumber gempa bumi besar yang berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitudo 8 atau lebih, kata Supartoyo.

"Megathrust merupakan suatu zona ya, tempat pertemuan antara dua lempeng yang berbeda jenis. Di mana lempeng yang satu dia menujam ke bawah lempeng lainnya. Pertemuan pada bagian atas ini dengan kedalaman kurang dari 50 kilometer itu disebut megathrust," jelasnya.

Supartoyo turut menyoroti sebaran zona megathrust di Indonesia. Zona ini berada di barat Sumatra, selatan Jawa, selatan Bali, Nusa Tenggara, utara Sulawesi, timur laut Sulawesi dan timur laut Halmahera.

Meski demikian, isu terkait megathrust, kata dia, kerap muncul di masyarakat dan selalu menimbulkan kepanikan. Isu ini berawal dari Gempa di Aceh 2004.

Merespons hal ini, Supartoyo menegaskan bahwa pengetahuan masyarakat terkait megathurst perlu ditingkatkan.

"Isu megathrust ini berulang-ulang. Saya ingat awalnya setelah gempa bumi dan tsunami di Aceh pada tahun 2024, sejak tahun 2005 sampai sekarang itu berulang-ulang dan selalu menimbulkan kepanikan," ujarnya.

"Jadi mungkin yang perlu adalah bahwa pemahaman pengetahuan masyarakat berkaitan dengan megathrust itu yang perlu ditingkatkan," tambah Supartoyo.

(nad/dmi)