gop-crypto.vip

Kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil di Selat Hormuz

Istanbul (ANTARA) - Sebuah kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil tidak dikenal di Selat Hormuz, menurut Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Minggu.

Kapten kapal tanker yang sedang berlayar keluar dari selat tersebut melaporkan bahwa kapal dihantam proyektil tak dikenal di sisi kiri kapal hingga memicu kebakaran di atas kapal, kata UKMTO.

Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara tingkat kerusakan dan dampak terhadap lingkungan belum diketahui.

Pihak berwenang tengah menyelidiki insiden tersebut, sedangkan kapal-kapal yang melintas di kawasan itu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu malam menyatakan bahwa sebuah kapal supertanker minyak menabrak ranjau laut dan meledak saat mencoba meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak diizinkan.

IRGC menyatakan bahwa kapal yang disebut mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak itu telah mematikan sistem navigasinya sebelum mencoba melintasi jalur pelayaran vital bagi pasokan energi dan komoditas global tersebut.

Menurut IRGC, kapal tanker itu menabrak ranjau saat berusaha keluar melalui jalur alternatif, sehingga memicu ledakan yang dapat terlihat dari wilayah pesisir.

Adapun Iran pada 12 Juli menyatakan kembali menutup jalur perairan tersebut setelah Amerika Serikat melanjutkan serangan pada 8 Juli.

Teheran juga mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang menggunakan jalur selain yang ditetapkan oleh otoritas Iran atau berupaya melintasi selat tersebut tanpa izin.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari yang, menurut Teheran, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Iran membalas dengan serangan yang menewaskan warga Amerika dan Israel sebelum gencatan senjata tercapai pada April.

Amerika Serikat kemudian kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran di tengah terhentinya perundingan antara Washington dan Teheran, meskipun kedua pihak telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada Juni.

Perundingan masih menemui jalan buntu akibat perbedaan pendapat mengenai pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.