Kalimantan Tengah bangun Huma Betang sebagai simbol pemersatu
Kalimantan Tengah bangun Huma Betang sebagai simbol pemersatu
Kamis, 23 Juli 2026 17:35 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat memotong tali tiang pancang untuk dimulainya pembangunan Huma Betang di Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Kalteng)
Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran resmi memulai pembangunan Huma Betang melalui pemancangan tiang perdana yang berada di kawasan sekitar Bundaran Besar Palangka Raya.
"Pembangunan Huma Betang ini merupakan upaya kita memperkuat identitas budaya Dayak, sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah," tegas Agustiar di Palangka Raya, Kamis.
Gubernur menegaskan Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemu budaya, persatuan dan semangat dalam membangun daerah.
Dia menekankan Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional masyarakat Dayak, tetapi menjadi simbol filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong serta toleransi.
"Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia," jelasnya.
Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo sekaligus pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan hingga forum berskala nasional maupun internasional.
Dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter dan kapasitas lebih dari 10 ribu orang, Huma Betang akan dilengkapi galeri, museum, mes kontingen, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut diharap menjadikan Huma Betang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak yang representatif.
Bangunan Huma Betang rencananya didominasi penggunaan kayu ulin hingga sekitar 90 persen. Material khas Kalimantan ini dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dan serangan rayap, sehingga diharapkan mampu menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati lintas generasi.
Baca juga: Gubernur Kalteng dukung deklarasi akbar perangi narkoba libatkan ribuan peserta
Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mengatakan pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut arahan dan komitmen Gubernur dalam menghadirkan pusat pelestarian budaya yang representatif.
Ia menjelaskan, Huma Betang akan dibangun di lahan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dengan mengadopsi konsep rumah panggung tradisional Dayak, dipadukan struktur modern sehingga tetap menjamin keamanan dan ketahanan bangunan tanpa menghilangkan nilai filosofis maupun arsitektur khasnya.
Pembangunan dilaksanakan bertahap melalui APBD Kalimantan Tengah. Pada Tahap I Tahun Anggaran 2026 dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp39,2 miliar. Secara keseluruhan pembangunan ditargetkan rampung pada tahun anggaran 2027.
"Pembangunan Huma Betang dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan profesional," jelasnya.
Baca juga: Mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalteng melalui Reforma Agraria
Baca juga: Kalimantan Tengah bangun ekosistem digital sehat untuk generasi muda
Baca juga: Puncak O2SN 2026, Gubernur Kalteng ajak generasi muda terus mengukir prestasi
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.