gop-crypto.vip

Kalau Prabowo Mau Menang Telak di Pemilu 2029, Resepnya...

Selasa, 22 September 2026, 12:25 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Peta politik menuju Pemilu 2029 terus diwarnai berbagai skenario, termasuk kemungkinan pertemuan kembali kekuatan Partai Gerindra dan PDIP.

Di tengah wacana tersebut, pegiat media sosial Yudhistira Ismara menyebut ada satu formula yang menurutnya bisa menjadi resep bagi Prabowo Subianto jika ingin kembali meraih kemenangan telak pada Pilpres 2029.

Yudhistira menilai Prabowo perlu menggandeng PDIP dan mengusung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai calon wakil presiden. 

"Kalau Prabowo mau menang TELAK di Pemilu 2029, resepnya: gandeng PDIP. CLBK," tulis Yudhistira di akun X, dikutip Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Anies Batal, Duet Gibran dan KDM Disebut Lebih Jelas

Menurut Yudhistira, kombinasi Gerindra dan PDIP saja sudah memiliki basis politik yang cukup untuk menghadapi kekuatan politik lain yang mulai bergerak menuju 2029.

"Cukup dua partai besar ini, Gerindra dan PDIP, udah lebih dari cukup buat lawan poros Solo yang lagi ngebut manuver itu," ujarnya.

Namun, ia menyebut ada syarat yang harus dipenuhi jika wacana tersebut benar-benar ingin diwujudkan. Yudhistira menilai PDIP perlu membuka ruang dengan menempatkan Pramono sebagai cawapres, bukan mengusung kadernya sebagai calon presiden.

"Tapi syaratnya satu: PDIP harus turunin EGO. Pramono, harus jadi cawapres," ungkapnya.

Wacana Prabowo-Pramono sebelumnya memang kembali menjadi pembicaraan setelah keduanya tampil bersama dalam peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai beberapa waktu lalu.

Gerindra menyatakan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kekuatan politik, termasuk PDIP, tetap terbuka, sementara PDIP menyebut dinamika politik menuju 2029 masih cair.

Baca Juga: Relawan Jokowi: Kasus Ijazah Gibran Adalah Upaya Cari Muka Berdasar Pesanan dari yang Punya Dendam

Yudhistira kemudian mengaitkan skenario tersebut dengan pengalaman Pilpres 2024. Ia menyebut kegagalan pasangan yang diusung PDIP pada pemilu sebelumnya menjadi salah satu alasan mengapa duet Prabowo-Pramono menurutnya layak dipertimbangkan.

"Kalo egonya kek 2023 yang mana PDIP mau Ganjar jadi capres dan Prabowo cawapres... Ya jelas gak bakal ketemu titik temu. Hasilnya? Capres/cawapres dari PDIP lagi-lagi gagal menangin Pilpres 2024. Duet Prabowo-Pramono ini bisa jadi PILIHAN IDEAL buat kedua kubu," lanjutnya.

Jika duet tersebut benar-benar terwujud, Yudhistira menilai dampaknya bukan hanya terkait pencalonan presiden dan wakil presiden. Ia juga melihat adanya kemungkinan PDIP kembali berada di dalam pemerintahan setelah berada di luar lingkaran kekuasaan.

"Dan kita bakal lihat lagi PDIP balik masuk ke pemerintahan... Setelah sekian lama jadi penonton di luar lingkaran kekuasaan," pungkas Yudhistira.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri