gop-crypto.vip

Kadin Babel dampingi UMKM tembus pasar global - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.

Ketua Umum Kadin Babel Richie Glen Yapranadi di Pangkalpinang, Sabtu, mengatakan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena lebih dari 90 persen pelaku usaha di Bangka Belitung merupakan UMKM.

"UMKM hari ini memiliki tantangan besar karena mereka tidak hanya harus tumbuh secara kuantitas, namun juga harus naik kelas dari segi kualitas," katanya.

Peningkatan kualitas UMKM perlu dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari standar produk, kemasan, branding, digitalisasi, manajemen keuangan hingga akses permodalan.

Kadin Babel berkomitmen menjadi rumah besar bagi pembinaan UMKM dengan memperkuat pelatihan dan pendampingan, peningkatan kualitas produk serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Upaya mendorong UMKM naik kelas menjadi bagian dari tema Rapim Kadin Babel, yakni "Ekonomi Naik Kelas, UKM Berkualitas dan Bangka Belitung Mendunia".

Ia menilai peningkatan kelas UMKM juga harus diikuti transformasi ekonomi Babel dari ketergantungan terhadap komoditas mentah menuju ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.

"Kita menyadari perekonomian Babel tidak boleh lagi bergantung pada satu sektor saja, sudah saatnya kita melakukan transformasi ekonomi, dari ekonomi yang bertumpu pada komoditas mentah menuju ekonomi bernilai tambah," katanya.

Untuk memperluas akses UMKM terhadap ekosistem usaha, Kadin Babel mengajak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas keanggotaan Kadin.

Ia menyebut Kadin Babel menyediakan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara gratis khusus bagi kategori UMKM.

"Dari 38 provinsi yang ada, hanya Kadin Bangka Belitung yang menyediakan KTA bagi UMKM secara gratis. Ini bisa dimanfaatkan dengan mengajak para UMKM menjadi anggota Kadin," ujarnya.

Keanggotaan Kadin nantinya dapat memberikan manfaat berupa pembinaan serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

Selain pembinaan, Kadin Babel juga mendorong produk-produk lokal agar mampu menembus pasar internasional, salah satu potensi adalah komoditas lada putih.

Ia mengungkapkan ada permintaan lada putih dari Polandia hingga 200 ton per bulan, kebutuhan itu peluang bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar ekspor.

Selain itu, potensi UMKM Babel tidak hanya berasal dari sektor pangan dan komoditas, tetapi juga perikanan, kerajinan dan ekonomi kreatif.

Kadin akan mendorong seluruh potensi tersebut agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas melalui jejaring Kadin Indonesia dan kerja sama internasional.

"Kita akan bantu ekspor dan promosi investasi, kita jadikan Babel sebagai destinasi investasi yang ramah dan berdaya saing," ujarnya.

Pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, antara lain Kadin, Pemerintah Daerah, BUMN, akademisi dan pihak lainnya agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Try Mustika
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.