gop-crypto.vip

Kabut asap mulai terlihat di sejumlah wilayah Madina - ANTARA News Sumatera Utara

Madina (ANTARA) - Sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mulai terlihat diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (6/9), kondisi berkabut tersebut terlihat di sejumlah kawasan, antara lain Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur, Siabu, Panyabungan Utara, Naga Juang, Hutabargot dan sejumlah wilayah lainnya.

Kabut atau kepulan asap terutama terlihat pada pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut membuat udara di sejumlah lokasi tampak berkabut dan jarak pandang terlihat berkurang dibandingkan kondisi normal.

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan sumber maupun penyebab munculnya asap tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau faktor lainnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah meningkatnya aktivitas penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 September 2026, karhutla masih menjadi perhatian di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Untuk wilayah Sumatera, BNPB mencatat luas lahan terbakar di Riau sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 mencapai sekitar 18.882,16 hektare. Sementara di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare.

BNPB juga melaporkan Jambi masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Pemantauan pada 3 September 2026 mencatat terdapat 266 titik panas di provinsi tersebut berdasarkan pantauan satelit BMKG.

Meski demikian, kondisi karhutla di sejumlah wilayah tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kabut asap yang terlihat di Madina berasal dari kebakaran di wilayah lain.

Diperlukan pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi kualitas udara, arah angin, titik panas, serta sumber kepulan asap untuk mengetahui penyebab dan sebarannya.

Masyarakat diimbau tetap waspada apabila kondisi udara semakin memburuk. Terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara, aktivitas di luar ruangan dapat dikurangi apabila kabut asap semakin pekat.

Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi ketika kondisi udara mulai mengganggu kenyamanan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan melakukan pemantauan dan penelusuran terhadap sumber asap yang terlihat di sejumlah wilayah Madina.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi yang terjadi sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya titik api atau karhutla di wilayah Madina maupun dampak asap dari daerah lain.

Pewarta: Holik
Editor : Irwan Arfa

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.